NewsTicker

Putri Kerajaan Saudi Ini Kecam Kebijakan Mohammed Bin Salman

Rabu, 24 Januari 2018

LONDON, ARRAHMAHNEWS.COM – Seorang putri dari kerajaan Arab Saudi mengecam putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman karena telah menghalalkan segala cara demi mewujudkan visi 2010nya, dan menyerukan penghentian perang di Yaman serta mengecam pemutusan hubungan kerajaan dengan Qatar.

Dalam sebuah wawancara dengan saluran BBC “Without Chains,” yang dikutip Yemen Extra pada Selasa (23/01), Putri Basma bint Saud, putri Raja Saud bin Abdul Aziz mengatakan bahwa Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman telah menyingkirkan setiap pangeran yang tidak setuju dengan visi 2030nya, atau siapapun yang berusaha membuktikan bahwa ada ide yang lebih baik dari visi ekonomi pangeran muda itu.

Baca: Bandar Bin Sultan Ikut Jadi Target Bin Salman, Mengapa?

Selain itu, sebagian besar keputusan baru yang diambil juga dilakukan secara ngawur tanpa menciptakan situasi pendukung atau menetapkan peraturan dasar, seperti aturan mengemudi bagi perempuan, dan lain-lain.

Putri Saudi itu juga menyebut bahwa perang Saudi di Yaman telah berlangsung terlalu lama dan perpanjangan perang di Yaman telah menyebabkan terjadinya bencana kemanusiaan. Ia menyerukan penghentian perang, yang telah menguras (kekayaan) kerajaan dan menghancurkan infrastruktur Yaman.

Baca: The Independent: Muhammad bin Salman, Manusia Paling Berbahaya di Dunia

Putri Basma juga mengkritik pemutusan hubungan dengan Qatar, dengan mengatakan bahwa ia tidak mendukung pemutusan hubungan dengan negara saudara manapun. Menurut sang Putri, krisis dengan Qatar sudah bisa diperkirakan, mengacu pada krisis sebelumnya antara kedua negara.

Putri Basma, 54 tahun, adalah seorang putri Saudi yang aktif di bidang hak asasi manusia, selain juga menjadi pemimpin memimpin perusahaan dan investasi, yang berbasis di London. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: