Diwawancara, Al-Waleed Bin Talal Sebut Dirinya Segera Bebas

Sabtu, 27 Januari 2018

RIYADH, ARRAHMAHNEWS.COM – Pangeran Miliarder Saudi, al-Waleed bin Talal, yang telah ditahan selama lebih dari dua bulan dalam operasi sapu bersih yang dilaksanakan pemerintah Saudi dibawah komando Mohammed bin Salman, mengatakan bahwa dia akan ibebaskan “dalam beberapa hari” setelah “diskusi” dengan pemerintah berakhir.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Reuters pada hari Sabtu (27/01), bin Talal, salah satu orang terkaya di dunia yang memiliki saham di Citigroup dan Twitter, mengatakan bahwa ia terus mempertahankan pendapatnya bahwa ia tak bersalah dalam melakukan pembicaraan dengan pihak berwenang Saudi.

Baca: Disiksa di Saudi, Mengapa Mitra Barat Alwaleed Bin Talal Membisu?

“Tidak ada denda. Hanya ada beberapa diskusi antara saya dan pemerintah, “katanya. “Saya yakin kami hampir menyelesaikan semuanya dalam beberapa hari.”

Jan 20, 2022
dalam wawancara dengan reuters, Sabtu (27/01)

Wawancara tersebut adalah pidato publik pertama Pangeran al-Waleed sejak ditahan. Meski sangat kurus, dalam wawancara di kamarnya di Hotel Ritz-Carlton di ibukota Saudi, Riyadh, tempat dia ditahan bersama dengan puluhan tokoh berprofil tinggi lainnya, secara keseluruhan ia terlihat baik.

Baca: Alwaleed Bin Talal Digantung Terbalik dan Dipukuli Anak Buah Putra Mahkota Saudi

Sebelumnya pangeran yang disebut-sebut sebagai orang terkaya dalam kerajaan Saudi itu dituduh melakukan pencucian uang, penyuapan dan pemerasan.

Pengamat mengatakan bahwa kampanye tersebut sebenarnya dimaksudkan untuk mengkonsolidasikan kekuatan bin Salman dan membungkam kritik yang ditujukan kepadanya.

Penahanan Bin Talal dan laporan selanjutnya mengenai situasi di dalam tahanan menjadi berita utama di seluruh dunia, memberikan tekanan pada bin Salman, apalagi dikaitkan dengan pembelian mahal sebuah barabg seni dan real estat yang dilakukannya sementara ia sedang mempromosikan gerakan “anti-korupsi”nya.

Baca: Alotnya Negoisasi Pembebasan Alwaleed Bin Talal

Pada 9 November 2017, portal berita Middle East Eye (MEE) mengungkap bahwa beberapa dari mereka yang ditahan dalam tindakan keras Saudi dipukuli dan disiksa dengan sangat buruk selama penangkapan atau interogasi berikutnya.

Namun, laporan tersebut menambahkan, bahwa siksaan yang diberikan, termasuk kepada Al-Waleed bib Talal diatur sedemikian rupa sehinggat tidak ada luka di wajah mereka sehingga mereka akan terlihat normal saat mereka di depan umum.

Bin Talal dilaporkan digantung terbalik dan dipukuli di Hotel Ritz-Carlton. Ayahnya juga melakukan mogok makan untuk memprotes penahanan tiga anak laki-lakinya yang diklaim sebagai bagian dari kampanye anti-korupsi yang kerajaan tersebut. (ARN)

Arrahmahnews

Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

https://arrahmahnews.com/

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: