News Ticker

Ramzan Kadyrov: Muslim Harus Aktif Lawan Wahabisme

Sabtu, 27 Januari 2018

GROZNY, ARRAHMAHNEWS.COM – Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov mengecam “Wahhabisme” Arab Saudi dengan menyebutnya sebagai ideologi “destruktif dan anti-Islam”, serta menyerukan tindakan aktif untuk melawan ideologi semu, yang diikuti oleh kelompok teroris seperti Daesh dan al-Qaeda tersebut.

“Saya yakin bahwa umat Islam harus secara aktif melawan gerakan destruktif dan anti-Islam seperti Wahhabisme,” kata Kadyrov di jaringan media sosial Telegramnya, pada hari Jumat (26/01) kemarin.

Baca: Ramzan Kadyrov: Wahabi Anjing Neraka

“Posisi yang hanya diam tidak pernah menghasilkan sesuatu yang baik, dan kami akan selalu mematuhi posisi kami sehingga kami tidak akan membiarkan Wahhabisme memunculkan kepalanya di wilayah manapun di Rusia,” kata pemimpin Chechnya tersebut.

Republik Chechnya, sebuah negara bagian dari Rusia, pernah dirongrong oleh militan Wahhabi pada tahun 1990-an dan 2000an. Dalam pesannya, Kadyrov juga mengucapkan terima kasih atas dukungan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk Chechnya yang didominasi Muslim serta juga orang-orang Islam di tempat lain.

Baca: Ramzan Kadyrov: Wahabi Hasut Para Pemuda untuk Melawan Islam

Wahhabisme secara bebas dikhotbahkan oleh ulama-ulama Saudi dan ulama-ulama di negara yang bersekutu dengan Saudi. Pengikut ideologi semu yang sangat tidak toleran itu mengikuti fatwa dari tokoh-tokoh mereka yang menyatakan bahwa orang-orang dari keyakinan dan kepercayaan lain adalah “orang-orang kafir” dan harus dibunuh.

Kelompok-kelompok teroris terkenal yang beroperasi dari Asia hingga Amerika mengikuti ideologi pseudo-radikal yang diyakini disponsori olehkerajaan Arab Saudi yang kaya minyak itu. Muslim dari semua mazhab telah menyatakan bahwa Wahhabisme adalah sumber teror dan penyimpangan.

Dalam sebuah konferensi internasional bulan Agustus 2016 di ibukota Chechnya, Grozny, seorang imam besar Mesir yang berwibawa dari Universitas al-Azhar terkemuka, Sheikh Ahmed al-Tayeb, mengecam Salafisme dan Wahhabisme dan menyebut ideologi tersebut bukan dari mazhab Sunni Islam, yang diikuti oleh sebagian besar umat Islam di seluruh dunia.

Baca: Propaganda Wahabi untuk Mengejar Ilusi ‘Khilafah’

Dengan menjelasan secara rinci tentang mazhab Sunni, Sheikh Tayeb mengatakan pada saat itu bahwa Salafi bukanlah Sunni, dan hal ini menimbulkan reaksi marah dari para ulama negara Arab Saudi.

Lebih dari 100 ulama Muslim dari berbagai negara di seluruh dunia, termasuk Rusia, Suriah, Turki, India, Inggris, Lebanon, Mesir, Afrika Selatan, dan Yordania, menghadiri konferensi Grozny kala itu dan menyatakan berlepas diri dari ideologi wahabi yang diyakini kelompok-kelompok teroris Takfiri dan telah mendatangkan malapetaka di sebagian besar di Timur Tengah dan juga di tempat lain di dunia. (ARN)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: