arrahmahnews

Rasis, Suporter Klub Beitar Jerusalem Teriakkan Slogan Anti-Arab

Rabu, 31 Januari 2018

ARRAHMAHNEWS.COM, TEL AVIV – Klub Beitar Jerusalem yang terkenal karena memiliki komponen radikal di antara basis penggemarnya. Dalam sebuah pertandingan pada hari Senin melawan Bnei Sakhnin, beberapa penggemar Beitar Jerusalem meneriakkan slogan-slogan seperti “Saya benci semua orang Arab,” “Bakar desa Anda,” dan “Muhammad telah meninggal.” Menurut Times of Israel ada pengumuman di Stadion Teddy Beitar di Jerusalem, yang meminta para penggemar untuk berhenti, tapi mereka terus dengan nyanyiannya.

Saat ini klub tersebut menghadapi denda atas ujaran kebencian, manajemen mengatakan bahwa mereka akan menutup seluruh bagian stadion yang menjadi tempat penggemar radikal berkumpul.

The Times of Israel mencatat bahwa klub tersebut memiliki sejarah sentimen anti-Arab, termasuk di antara para manajernya. Beitar Jerusalem adalah satu-satunya klub sepak bola di Israel yang tidak pernah memiliki pemain Muslim di antara jajarannya, yang merupakan bagian dari kebijakan tidak resmi klub tersebut, menurut sebuah laporan.

Klub tersebut menyalahkan kementerian olahraga dan keamanan publik karena telah mengabaikan masalah tersebut. “Di mana anggota unit khusus dibuat untuk secara langsung menangani insiden kekerasan dan rasisme dalam olahraga? Kami merasa terbengkalai dan sendirian, dan ketidakberdayaan pasukan keamanan juga dirasakan sehubungan dengan pertandingan melawan Bnei Sakhnin. “

Kebetulan, salah satu kementerian punya perwakilan di pertandingan tersebut. Menteri Kebudayaan dan Olah Raga Miri Regev memposting video dirinya di antara penggemar Beitar Jerusalem dan bersorak untuk tim tersebut, sekaligus penggemar meneriakkan “Bakar desa Anda,” yang sepertinya tidak mengganggu pejabat tersebut.

Regev, yang merupakan anggota partai Likud yang berkuasa dan mantan juru bicara IDF. Sebagai pendukung Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang vokal, dia juga menjadi berita utama di media Israel minggu lalu karena membajak Rapat kabinet pada hari Senin, untuk menyampaikan pidato perayaan kepada atasannya, dan memanggilnya “pemimpin besar” yang “diperlakukan seperti raja” selama kunjungannya baru-baru ini ke India.

Regev juga pernah menyebut migran Afrika sebagai “kanker di tubuh bangsa,” meskipun dia kemudian meminta maaf atas pernyataan tersebut. [ARN]

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: