News Ticker

Terbantainya Masa Kecil Anak-anak Yaman

Rabu, 31 Januari 2018

SANA’A, ARRAHMAHNEWS.COM – Ya, ini adalah penderitaan anak-anak Yaman, ini adalah cerita yang ditulis oleh agresi selama tiga tahun dengan tinta kematian. Tinta yang dibuat oleh AS dan Inggris dengan terus mendukung koalisi, terutama dengan penjualan senjata dan bantuan logistik. Tanpa bantuan asing, akan sangat sulit bagi Saudi untuk mengobarkan perang ini.

Baca: Saudi Terus Targetkan Warga Sipil, Lebih Banyak Anak Yaman jadi Korban

Sejak perang dimulai, setidaknya sepuluh ribu warga sipil Yaman terbunuh (kebanyakan anak-anak), meskipun jumlahnya bisa jadi jauh lebih tinggi, mengingat hanya sedikit organisasi di lapangan yang benar-benar memiliki sumber daya untuk menghitung jumlah korban tewas.

Sekitar tiga juta orang telah mengungsi, dan ratusan ribu lainnya telah meninggalkan negara tersebut. Sebelum perang, Yaman adalah negara termiskin di Timur Tengah, bergantung pada impor agar penduduk bisa makan. Sekarang, setelah diblokade oleh koalisi selama lebih dari dua setengah tahun, negara ini menghadapi kelaparan. Lebih dari satu juta orang disana menderita kolera, dan ribuan lainnya meninggal karena penyakit ini.

Baca: Hari Berdarah Lagi di Yaman, Serangan Brutal Saudi Tewaskan Ibu Hamil dan 4 anaknya

UNICEF, Program Pangan Dunia (WFP), dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)telah menyebut situasi di Yaman sebagai krisis kemanusiaan terbesar di dunia.

Perang tersebut memastikan bahwa penderitaan puluhan juta orang Yaman, dimana delapan juta di antaranya berada di ambang kelaparan, hanya akan bertambah buruk seiring berjalannya waktu.

Badan-badan itu mengatakan bahwa sekitar 3,3 juta orang, termasuk 1,8 juta anak-anak, di negara bagian paling miskin di Arab itu menderita gizi buruk akut. Hal ini mencakup hampir setengah juta anak di bawah usia lima tahun dengan malnutrisi akut parah. 256 sekolah hancur total per 2017 lalu, sementara 173 sekolah berhenti menerima siswa akibat perang ini, dan setengah dari anak-anak di Yaman tidak bisa bahkan untuk mendapatkan air layak minum, apalagi layanan kesehatan.

Baca: Serangan Biadab Luar Biasa Saudi Tewaskan Seorang Ibu dan 3 Anaknya

Rajat Madhok dari UNICEF mengenai wabah kolera dan malnutrisi di Yaman mengatakan bahwa hal ini belum pernah terjadi sebelumnya. Madhok mengatakan bahwa hanya menyebutnya sebagai “memburuk” akan berarti meremehkan situasi yang sebenarnya, “kalian melihat keruntuhan kesehatan, keruntuhan sistemik” jelasnya.

Bentuk kekurangan gizi yang paling parah ini membuat anak-anak Yaman rentan terhadap penyakit-penyakit yang mengancam jiwa padahal dapat dicegah, seperti malaria dan infeksi saluran pernafasan, ditambah dengan ancaman bom setiap saat, masa kecil anak-anak di Yaman benar-benar dihancurkan. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: