News Ticker

Akibat Agresi Biadab Saudi, RS Seluruh Yaman Tak Punya Alat Terapi Kanker

Minggu, 04 Februari 2018

SANA’A, ARRAHMAHNEWS.COM – Pusat kesehatan di seluruh Yaman kehabisan peralatan medis yang diperlukan untuk pasien kanker akibat pemboman terus-menerus Arab Saudi secara langsung ke berbagai fasilitas medis di negara itu, serta berlanjutnya blokade yang telah mencegah aliran masuk pasokan medis ke rumah sakit-rumah sakit di Yaman.

Kepala pusat terapi kanker Hudaydah, Yassir Abdullah Nour, mengatakan kepada Press TV bahwa lebih dari 50 item medis kanker tidak lagi tersedia di seluruh negeri, sementara mengimpornya hampir tidak mungkin karena perang yang terus dilangsungkan oleh Arab Saudi serta blokade yang masih diberlakukan kerajaan terhadap Yaman.

Baca: Kemenhub Yaman: Ditutupnya Bandara Aden Perparah Krisis Kemanusiaan

“Pusat terapi kanker kami menerima pasien dari tiga provinsi, termasuk Hudaydah. Kami sudah mendaftar ada 5.070 pasien kanker. Angka itu terus meningkat, sementara pusat-pusat kesehatan kehabisan obat,” kata Nour.

“Sejak awal perang, layanan kesehatan kami telah terkena dampak parah. Tapi kami berusaha melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan nyawa manusia,” katanya.

Pengobatan bulanan untuk setiap pasien kanker membutuhkan biaya 3.000 dolar, sementara banyak pasien yang jikapun mampu membayar biaya itu bahkan tidak yakin apakah mereka dapat menerima obat yang diperlukan karena pusat terapi kanker kehabisan persediaan yang diperlukan.

Baca: PBB: Yaman Hadapi Krisis Kemanusian Terparah di Dunia

“Sebagian besar perawatan kami bergantung pada sumbangan, namun karena perang yang sedang berlangsung dan ketidakmampuan pusat menerima bantuan medis dari organisasi internasional karena adanya blokade, banyak obat untuk menyelamatkan kehidupan telah menjadi langka di negara kami,” ujar Ahmed Mohamed, seorang pasien kanker yang diwawancara Press Tv.

Koordinator kemanusiaan PBB untuk Yaman pada 24 Januari mengumumkan pengunduran dirinya akibat frustrasi karena tidak bisa berbuat lebih banyak untuk orang-orang Yaman. Pengunduran diri Jamie McGoldrick terjadi dua hari setelah Ismail Ould Cheikh Ahmed, utusan PBB untuk negara yang dilanda perang tersebut juga mengatakan ia akan mengundurkan diri. (ARN)

About ArrahmahNews (14992 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: