Headline News

Afrin Meminta Rusia untuk Hentikan Serangan Turki

Senin, 5 Februari 2018

ARRAHMAHNEWS.COM, SURIAH – Pihak berwenang di Afrin telah meminta kekuatan global untuk menghentikan serangan Turki ke wilayahnya, saat ribuan orang turun ke jalan di kota Suriah dalam menghukum serbuan Ankara.

“Kami meminta federasi Rusia khususnya, untuk membatalkan dukungannya terhadap negara teroris ‘Turki’ terhadap rakyat Afrin,” kata pemerintah daerah Afrin – pemerintah semi otonom yang berkuasa sejak 2013 – dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Minggu.

“Mereka bertanggung jawab atas pembantaian yang dilakukan oleh Turki terhadap warga sipil yang tidak bersalah,” tambahnya. Pernyataan tersebut merujuk pada langkah Rusia yang menarik pasukannya yang ditempatkan di Afrin saat Turki melancarkan serangan.

Pernyataan ini juga meminta Amerika Serikat, Uni Eropa, Dewan Keamanan PBB dan koalisi pimpinan AS untuk “segera melakukan intervensi untuk menghentikan agresi Turki.”

Pasukan Amerika tidak memiliki kehadiran di dan sekitar Afrin tapi mereka hadir di Manbij dan timur sungai Efrat, di mana mereka konon membantu YPG dalam perang melawan kelompok teroris ISIS Takfiri.

YPG membentuk tulang punggung Pasukan Demokratik Suriah (SDF), sebuah kelompok militan anti-Damaskus yang didukung AS.

Pusat kota Afrin banjir demo anti-Turki

Sementara itu, ribuan orang telah bergabung dalam demonstrasi di pusat kota Afrin untuk memprotes invasi Turki.

“Kami memegang seluruh dunia bertanggung jawab karena kami memerangi terorisme atas nama semua orang, tapi hari ini dunia setuju untuk membunuh orang-orang Suriah,” kata seorang pemrotes.

Pemrotes lainnya menggandeng cabang-cabang zaitun, simbol Afrin yang dikenal dengan kebun zaitunnya yang berlimpah, dan tulisan Turki yang menamai ofensifnya dengan Cabang Zaitun.

“Mereka menamakan serangan mereka ‘Cabang Zaitun’. Itu duri di tangan mereka, tapi di tangan kami, itu pistol,” kata seorang pemrotes.

Menurut apa yang disebut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, sejauh ini lebih dari 68 warga sipil, termasuk 21 anak-anak, telah terbunuh dalam baku tembak di Turki. [ARN]

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: