News Ticker

ICRC Yaman: Tak Bisa Cuci Darah, Kematian Hantui Ribuan Pasien Gagal Ginjal

Rabu, 07 Februari 2018,

SANA’A, ARRAHMAHNEWS.COM – Palang Merah Internasional memperingatkan bahwa ribuan pasien Yaman yang menderita gagal ginjal berisiko meninggal kecuali pusat dialisis (cuci darah) di seluruh negara yang dilanda perang itu menerima persediaan yang memadai dan karyawan mereka dibayar.

“Sekitar 25 persen pasien dialisis di Yaman telah meninggal setiap tahun sejak konflik dimulai pada tahun 2015,” ungkap Komite Internasional untuk Palang Merah pada hari Selasa (06/02).

Baca: Akibat Agresi Biadab Saudi, RS Seluruh Yaman Tak Punya Alat Terapi Kanker

“Persediaan dialisis yang lebih banyak, mesin dialisis yang berfungsi, dan dana untuk menggaji para staf sangat dibutuhkan untuk memastikan tingkat mortalitas tidak meningkat lebih lanjut bagi 4.400 pasien gagal ginjal di Yaman,” ungkap ICRC menambahkan.

“Tanpa perawatan dialisis, hasilnya fatal,” kata kepala delegasi ICRC di Yaman, Alexandre Faite.

Palang Merah mencatat bahwa sejak perang yang dipimpin Saudi di Yaman dimulai pada tahun 2015, empat pusat dialisis telah ditutup di negara tersebut dan 28 fasilitas lainnya berjuang untuk memberikan layanan dengan mesin rusak, kurangnya persediaan yang diperlukan dan staf yang tidak dibayar.

Baca: Akibat Agresi Biadab Saudi, RS Seluruh Yaman Tak Punya Alat Terapi Kanker

Sementara itu, banyak pasien telah mengurangi sesi dialisis mingguan mereka menjadi hanya dua kali, sementara seharusnya tiga kali.

Laporan tersebut muncul saat pusat kesehatan di Yaman juga kehabisan barang medis yang diperlukan untuk pasien kanker karena pemboman langsung fasilitas medis Arab Saudi dan blokade yang melumpuhkan yang telah mencegah aliran pasokan medis ke rumah sakit Yaman. (ARN)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: