Amerika

Lavrov: Tak Seperti AS, Moskow Siap Lakukan Dialog Konstruktif

Kamis, 08 Februari 2018

MOSKOW, ARRAHMAHNEWS.COM – Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan bahwa Moskow siap untuk melakukan “dialog konstruktif” dengan Washington dan tidak tertarik pada “peningkatan konfrontasi” hanya saja negara Paman Sam itu menginginkan sebaliknya.

“Kami terbuka untuk dialog yang konstruktif dengan Washington, tapi sayangnya kami tidak dapat melihat langkah timbal balik yang berarti,” ujar Lavrov pada hari Rabu (07/02).

Ia menolak klaim AS yang menyebut bahwa Rusia telah melanggar Traktat Angkatan Nuklir Jangka Menengah (INF) 1987, dan menekankan bahwa negaranya ingin melestarikan pakta senjata nuklir era Perang Dingin tersebut.

Lavrov mengatakan keluhan harusnya didiskusikan dalam pembicaraan. Ia lebih lanjut mengatakan bahwa “baik Rusia dan AS sebagai kekuatan nuklir memiliki tanggung jawab khusus untuk menjaga stabilitas strategis.”

Hubungan antara Moskow dan Washington memburuk setelah pejabat AS menuduh Rusia mencampuri pemilihan presiden AS 2016. Kremlin telah berulang kali membantah tuduhan tersebut.

Rusia dan Amerika Serikat juga memiliki perbedaan mengenai konflik di Ukraina dan Suriah.

Konflik bersenjata di Ukraina pecah menyusul penggulingan Presiden pro-Rusia Viktor Yanukovych pada bulan Februari 2014, dan diintensifkan setelah orang-orang di semenanjung Laut Hitam di Crimea itu memilih untuk melakukan reunifikasi dengan Federasi Rusia dalam sebuah referendum yang diadakan pada bulan Maret 2014.

Amerika Serikat dan sekutunya di Eropa mencap reunifikasi itu sebagai aneksasi wilayah oleh Rusia, dan menuduh Moskow sebagai dalang dalam krisis di Ukraina timur, sebuah tuduhan yang ditolak keras oleh Kremlin.

Di Suriah, Moskow dan Washington mendukung visi yang berlawanan. Rusia telah menawarkan dukungan penasehat militer kepada pemerintah Suriah dalam pertempuran melawan militan ekstremis, sementara AS dan sekutunya mendukung militan Takfiri yang berusaha untuk menggulingkan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

“Kami tidak menginginkan eskalasi konfrontasi,” kata menteri luar negeri Rusia tersebut.

Lavrov mengatakan bahwa AS mengharapkan Moskow untuk menuruti setiap kemauan negara itu saja dan harus menerima argumen mereka saat membahas krisis internasional dan isu-isu terkait nuklir.

“Sayangnya, sejauh ini AS berusaha untuk menunjukkan bahwa sikap mereka terhadap masalah apapun adalah satu-satunya yang benar,” kata Lavrov, menekankan bahwa keseimbangan kepentingan dan saling menghormati diperlukan untuk membangun landasan bersama. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: