Amerika

Ilmuwan Sebut Matahari segera Redup, Akankah Bumi Kembali ke Zaman Es?

Sabtu, 10 Februari 2018

CALIFORNIA, ARRAHMAHNEWS.COM – Para ilmuwan mengatakan bahwa Matahari kemungkinan akan memasuki fase cooldown atau fase pendinginan pada tahun 2050, namun fase tersebut tidak serta merta menghentikan pemanasan global.

Ahli Fisika Dan Lubin di University of California San Diego dan dua koleganya berhasil mengumpulkan dan mengamati data yang relevan selama 20 tahun terakhir dan sampai pada kesimpulan bahwa bola gas bakar raksasa di sistem planet kita itu mungkin masuk periode “grand minimum ” atau titik terendah penurunan radiasi ultraviolet yang akan berlangsung selama sekitar 11 tahun pada pertengahan abad.

Terakhir kali hal seperti ini terjadi adalah pada abad ke-17. Pada waktu itu Sungai Thames di Inggris membeku, dan bahkan Laut Baltik tertutup es yang begitu tebal dan dimanfaatkan oleh tentara Swedia untuk menyerang Denmark pada 1658. Ilmuwan menyebut hal ini sebagai ‘Maunder Minimum’.

Dan Lubin, ahli fisika dari University of California, dan timnya mempelajari apa yang terjadi di masa lalu dan memperkirakan bahwa Matahari mungkin akan meredup lebih parah daripada sebelumnya.

Menurut studi yang berjudul ‘Flux Decrease Under a Grand from IUE Short-wavelength Observation of Solar Analogs’ yang telah dipublikasikan di jurnal Astrophysical Journal Letters itu, fenomena ini akan menyebabkan Matahari lebih dingin tujuh persen daripada grand minimum di periode sebelumnya.

Para ilmuwan dalam studi ini juga mengatakan, Matahari mungkin akan menjadi lebih dingin lagi dalam waktu beberapa puluh tahun. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: