Headline News

Laporan: Bahrain Lakukan 1000 Pelanggaran HAM pada Bulan Januari

Senin, 12 Februari 2018,

MANAMA, ARRAHMAHNEWS.COM – Sebuah laporan baru mengenai situasi HAM di Bahrain telah menyatakan bahwa rezim Manama melakukan sekitar 1.000 kasus penganiayaan terhadap orang-orang yang dianggap pembangkang pada Januari 2018.

Laporan oleh Forum HAM Bahrain (BFHR) yang diterbitkan pada hari Sabtu (10/02) itu mengatakan bahwa tercatat total 995 kasus pelanggaran HAM oleh pemerintah Bahrain pada bulan lalu.

Baca: Situasi HAM Bahrain Kian Memburuk

Dikatakan bahwa 121 orang, termasuk enam anak di bawah umur, ditangkap secara sewenang-wenang selama penggerebekan rumah oleh pasukan pemerintah selama sebulan terakhir.

Laporan tersebut menambahkan bahwa pihak berwenang menggunakan penyiksaan dan bentuk kekerasan lainnya terhadap 18 tahanan, termasuk delapan anak di bawah umur dan empat wanita, di fasilitas penjara dan kantor polisi di seluruh negara kepulauan tersebut. Sekitar 17 orang Bahrain juga menghilang pada bulan Januari, kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang memiliki catatan untuk berpartisipasi dalam demonstrasi anti-pemerintah.

Temuan laporan tersebut, yang dipublikasikan di situs web pro-oposisi Bahrain, juga menunjukkan bahwa pengadilan Bahrain menjatuhkan hukuman 679 tahun penjara kepada 77 penentang pemerintah, hanya karena kontribusi mereka terhadap demonstrasi atau bersimpati dengan tokoh oposisi yang terkenal.

Baca: MEMALUKAN! Upayakan Hubungan Mesra dengan Zionis, Bahrain Kirim Utusan ke Israel

Laporan tersebut mengatakan bahwa larangan terus-menerus Manama dalam menyelenggarakan khotbah shalat Jumat di desa Diraz juga merupakan kasus utama pelanggaran hak asasi manusia. Desa yang terletak di barat laut Bahrain dan benteng utama gerakan reformasi di negara tersebut, dikenai larangan tersebut sejak musim panas 2016.

Selama lebih dari tujuh tahun hingga sekarang, hampir setiap hari Bahrain telah menjadi ajang demonstrasi melawan pemerintahan otoriter keluarga Al Khalifah. Puluhan orang telah terbunuh selama beberapa tahun terakhir sementara ratusan, termasuk tokoh oposisi terkemuka, tetap berada di balik jeruji besi karena peran mereka dalam berbagai demonstrasi tersebut.

Pada hari Sabtu, polisi Bahrain menggunakan gas air mata dan peluru karet untuk menyebarkan demonstrasi damai di lingkungan Manama di Bilad al-Ghadim. Tindakan keras tersebut memicu bentrokan antara polisi dan pemrotes dengan laporan yang mengindikasikan beberapa orang terluka dan dipindahkan ke rumah sakit terdekat. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: