News Ticker

Anggota Parlemen Tunisia Robek Bendera Israel

Rabu, 14 Februari 2018

ARRAHMAHNEWS.COM, TUNISIA – Seorang anggota parlemen Tunisia merobek-robek bendera Israel selama pidato di parlemen, sebagai bentuk penolakan atas undang-undang melegalkan hubungan dengan rezim Tel Aviv.

Rekaman, yang beredar di jaringan media sosial pada hari Selasa, menunjukkan anggota parlemen dari oposisi, Ammar Amroussia, merobek bendera sambil mengecam rekan-rekan legislatornya karena menunda perdebatan mengenai sebuah undang-undang yang akan membuat normalisasi hubungan dengan Israel.

Parlemen telah menunda RUU yang diusulkan oleh koalisi oposisi sayap kiri, dengan mengklaim bahwa hal itu bukan skala “prioritas”.

Partai Ennahdha, bagian dari koalisi yang berkuasa, mengatakan bahwa undang-undang tersebut akan membahayakan hubungan Tunisia dengan negara-negara Barat dan organisasi internasional, menurut The Times of Israel.

Tunisia, bersama dengan kebanyakan negara Arab, tidak memiliki hubungan dengan Israel.

Parlemen Arab telah menyaksikan adegan perdebatan sengit melawan Israel dan normalisasi hubungan dengan rezim tersebut. Anggota parlemen Arab pada kesempatan sebelumnya, bereaksi dengan marah kepada mantan pejabat pemerintah incumbent di berbagai acara.

Selama konferensi Antar Parlemen (IPU) yang diadakan di Rusia pada bulan Oktober yang lalu, Anggota Majelis Nasional Kuwait Marzouq al-Ghanim dengan marah mengatakan kepada sebuah delegasi Israel untuk segera meninggalkan tempat tersebut. Dia menanggapi komentar perwakilan parlemen Israel tentang anggota parlemen Palestina yang dipenjara.

Awal bulan itu, mantan menteri urusan militer Israel, Amir Peretz, menghadapi unjuk rasa saat kunjungannya ke Parlemen Maroko di Rabat, dimana beberapa anggota parlemen memanggilnya “penjahat perang” dan menuntut pengusirannya.

Dia menghadiri sebuah konferensi gabungan Majelis Parlemen Mediterania (PAM) dan Organisasi Perdagangan Dunia.

Namun, Israel sendiri mengklaim bahwa pihaknya menikmati hubungan “pemanasan” dengan dunia Arab, di mana beberapa pemerintah, terutama Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Bahrain, telah semakin condong ke Tel Aviv untuk menentang kemarahan publik. [ARN]

About ArrahmahNews (15006 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: