News Ticker

Hina Buya Syafii Maarif, Asyhadu Amrin Pasukan Cyber Army PKS Tercyduk

Rabu, 14 Februari 2018,

ARRAHMAHNEWS.COM, JAKARTA – Penyerangan dengan pedang saat Misa di Gereja Santa Lidwina Bedog, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Sleman, Yogyakarta, Minggu (11/2/2018), satu jam setelah terjadinya aksi penyerangan yang dilakukan oleh Suliyono. Ini teror yang sangat miris sekali. Mantan Ketua Umum (Ketum) PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif saat itu juga langsung menuju ke TKP, namun maksud dan tujuan baik Buya itu mendapat hinaan dan cacian oleh salah satu akun facebook bernama Asyhadu Amrin (Satria Dirgantara). Namun hinaan kepada buya akhirnya terendus juga, pada tanggal 13 Februari 2018, salah satu akun twitter Capres Abadi‏ @P3nj3l4j4h,“Alhamdulilah Sudah tercyduk Asyhadu Amrin. Mantap @DivHumasPolri👍👍. Bijaklah bermedsos,ingat jari anda menentukan masa depan anda.!”. akun twitter itu juga memposting foto si penghina Buya Syafii saat di interogasi oleh polisi.

Baca: Buya Syafii Minta Polisi Usut Tuntas Teror di Gereja Santa Lidwina

Akun Asyhadu juga diketahui setelah melakukan hinaan-nya terhadap Buya Syafii Maarif menjadi viral, pada jam 18.45 wib Akunnya telah unavailable, kemungkinan private mode. Sedang postingan Asyhadu yang memfitnah Buya Syafii Maarif sudah dihapus, dan ini adalah bukti kepengecutannya, perlu diketahui bahwa seringkali Asyhadu ini menghapus postingan untuk menghilangkan bukti, tapi tenang kali ini sudah terlanjur di screenshot oleh kawan-kawan netizen.

Baca: Denny Siregar: Siasat politik rezim orde lama dan PKS menuju pilpres 2019

Dengan nyinyirnya Asyhadu memposting unggahannya “Saat Ulama diserang dan dibunuh, dia diam dan cuek saja. Mengapa begitu?, Sebab, kalau ke geraja dapat amplop?”.

Sungguh sangat keji fitnah yang terlontar dari Asyhadu ini, tidak seperti netizen lain yang prihatin terhadap tragedi penyerangan di Gereja St. Lidwina, justru Asyhadu menebarkan fitnah keji dan seakan malah memprovokasi serta berupaya mengadu domba antar umat beragama.

Baca: #DennySiregar: Hello PKS, Bukalah Topengmu

Dari penelusuran terkait Akun-akun Asyhadu Amrin diketahui pula bahwa orang ini adalah kader partai Ahlu fitnah waljamaah PKS, dan diketahui pula si Unyu-unyu ini juga salah satu pasukan Cyber Army PKS yang tergabung dalam organisasi Militan Keadilan.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Dalam salah satu foto yang diunggahnya di Facebook, Ashadu dengan bangga melakukan swafoto memegang sepucuk senjata api dengan latar belakang kotak besi tempat Amunisi, kemungkinan lokasi berada di gudang senjata. Polisi sangat perlu melakukan penyelidikan terhadap orang ini, karena tidak mungkin orang sipil bisa berada di gudang senjata tanpa izin dari pihak terkait, walaupun seumpama dirinya tergabung dalam PERBAKIN saya rasa hal ini sangat tak wajar.

Dari penelusuran melalui beberapa foto yang diunggah oleh Asyhadu, terlibat bahwa sosok ini bukanlah kader ataupun sekedar anggota kroco baik di PKS, FPI maupun Militan Keadilan. Dari mulai foto bersama beberapa petinggi PKS dan FPI, ada pula beberapa foto saat Asyhadu menjadi pembicara dalam sebuah acara yang digelar oleh Militan Keadilan.

Baca: Denny Siregar Bongkar Siasat Culas Kelompok Pemakar NKRI

Asyhadu ini saya menduga adalah salah satu admin pengelola dari halaman Fanspage Militan Keadilan, coba kita telusuri yuk tautan berikut ini, https://www.facebook.com/officialmilitankeadilan/ .

Fanspage Militan Keadilan kita semua tahu merupakan salah satu fanspage penyebar hoax yang selalu dengan keji, melakukan fitnah dan provokasi.

Ekhm saya juga menemukan foto dari album koleksi Ashyadu, sebuah foto bendera hitam bertuliskan Mujahidah Nusaibah, entah apa maksudnya, yang saya tahu Nusaibah binti Ka ‘ab seorang Srikandi pembela Rasulullah.

Asyhadu boleh saja ngeles seperti Zaadit dan Ahmad Fathonah serta rekan-rekannya yang lain, bahwa dia bukan kader PKS. Bahkan dia bisa menghapus pula status unggahan yang bernada provokatif dan fitnah, tapi maaf saja sudah terlanjur kami screenshot semuanya.

Asyhadu lupa bahwa dia teriak sok bela Ulama tapi justru dia memfitnah keji Buya Syafii Maarif dengan Hoax yang keji. Saya bertanya Ulama yang baik menurut dia seperti apakah?, apakah ulama yang mesum dan selalu nyinyir menebarkan fitnah kedengkian yang dia anggap sebagai ulama yang harus dia bela mati-matian?. Pokoknya yang seide dengan PKS, pasti dianggap ulama yang pantas dibela, sedang yang berseberangan politik dengan PKS bukan muslim bukan ulama dan pantas dimusuhi dengan fitnah kedengkian.

Baca: Buya Syafii; Masjid Jangan Dikotori Politik Kekuasaan

Asyhadu hasil karyamu dari mulai kasus santri garut yang dibacok ternyata terbukti hoax, kemudian dengan menggunakan berita soal penyerangan Gereja di Jogja, kau menebarkan fitnah keji terhadap Buya Syafii Maarif. Tujuan kau sebenarnya selain menghancurkan nama baik Buya Syafii Maarif, juga ada tujuan lain yaitu membentuk dan membangun opini untuk mendeskreditkan Jokowi.

Soal pake isu PKI gak mempan, pake isu jokowi anti Islam gak terbukti, pake isu gak bisa kerja malah gagal. Terlihat jelas kau salah seorang aktor yang berdiri di belakang layar, dalam melahirkan berita Hoax. Bahkan untuk isu bangkitnya PKI, penulis sudah menuliskan bantahan langsung, walau tulisan sudah terkesan uzur, tetapi penulis merasa masih relevan digunakan untuk membantah fitnah bangkitnya PKI. (ARN)

Sumber: Seword dan Berbagai Media

About ArrahmahNews (15006 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

4 Comments on Hina Buya Syafii Maarif, Asyhadu Amrin Pasukan Cyber Army PKS Tercyduk

  1. dasar kampret WAhabi

  2. mantapp dukung Pak Polisi…..perilaku radikal, tidak adil, tidak obyektif, dan emosional semakin merajah lelah…. dukung pak Polisi

  3. Bereskan perilaku yang banyak membuat keresahan tersebut pak polisi……

  4. Aldino Sanjaya // Feb 18, 2018 at 12:43 pm // Balas

    Sudah saatnya begundal politik yang mengacaukan ketentraman bangsa disikat habis. Ini jelas mengadu domba rakyat, dan mengacaukan Negara Kesatuan Republik Indonesia

1 Trackback / Pingback

  1. Eric Tauvani dan Kisah Kesederhanaan Buya Syafii Ma’arif – ArrahmahNews

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: