News Ticker

Suriah Kerahkan Pasukan ke Afrin

Jum’at, 16 Februari 2018

ARRAHMAHNEWS.COM, SURIAH – Pemerintah Suriah dilaporkan berencana mengerahkan tentara ke wilayah utara Afrin, yang telah menjadi sasaran serangan Turki selama sebulan, sebagai bagian dari kesepakatan dengan militan Kurdi yang beroperasi di sana.

Mengutip sumber “khusus”, penyiar Al Mayadeen Lebanon melaporkan pada hari Kamis bahwa Damaskus telah mencapai kesepakatan dengan Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) untuk menempatkan pasukan di Afrin dengan tujuan melawan serangan militer Turki.

Baca: Tamparan Keras Utusan Suriah Terhadap AS di PBB.

Kantor berita Rusia Sputnik juga mengutip sumber yang mengetahui situasi tersebut yang mengatakan bahwa pasukan Suriah akan memasuki wilayah titik nyala dalam “beberapa hari ke depan.”

“Kesepakatan tersebut telah dicapai mengenai pengerahan Angkatan Bersenjata Suriah di perbatasan Suriah-Turki, Afrin, utara Aleppo, dalam beberapa hari ke depan. Kesepakatan tersebut dicapai antara pemerintah Suriah dan Kurdi,” kata sumber tersebut.

Menurut Sputnik, AS pendukung lama militan Kurdi yang anti-Damaskus, tidak memiliki pengetahuan tentang kesepakatan tersebut.

Ankara memandang YPG sebagai organisasi teror yang terkait dengan militan Pekerja Kurdistan (PKK), yang telah memperjuangkan otonomi di tanah Turki selama beberapa dekade terakhir.

Dalam sebuah laporan eksklusif pada 11 Februari, Reuters mengatakan militan Kurdi yang mengendalikan Afrin mendapatkan bantuan secara tidak langsung dari pasukan pemerintah Suriah dalam menghadapi serangan Turki.

Kino Gabriel, juru bicara SDF mengatakan “rute dasar” untuk mendapatkan dukungan bagi Afrin adalah melalui pasukan pemerintah, dan menambahkan, “Ada pemahaman antara kedua kekuatan tersebut … demi memberi bantuan.”

Perkembangan tersebut terjadi beberapa minggu setelah pemerintah Kurdi di distrik Afrin meminta pemerintah Bashar al-Assad untuk mengirim pasukan dan membantu mereka dari serangan Turki yang sejalan dengan melindungi kedaulatan Suriah.

Pemerintah Suriah telah memberi wewenang kepada daerah Kurdi untuk menjalankan urusan mereka sendiri dalam menghadapi militansi yang didukung asing. AS, bagaimanapun, telah menggunakan ruang hampa untuk mendirikan pijakan di daerah tersebut dengan bantuan militan.

Assad telah menggambarkan elemen bersenjata Kurdi yang disponsori AS sebagai “pengkhianat” negara, dan mengecam serangan Turki sebagai tindakan agresi. [ARN]

About ArrahmahNews (15798 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: