News Ticker

Bloomberg: Arab Saudi Ingin Pengayaan Uranium Sendiri

Rabu, 21 Februari 2018

ARRAHMAHNEWS.COM, ARAB SAUDI – Indikasi berkembang bahwa Arab Saudi ingin memiliki program pengayaan uraniumnya sendiri, sebagai hasil ambisi kerajaan untuk persaingan regional dengan Iran.

Bloomberg dalam sebuah laporan yang mengutip Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir, ada indikasi bahwa Riyadh tidak akan menerima apa yang disebut “gold standard” yang mengharuskannya untuk tidak memperkaya atau memproses kembali uranium di negaranya.

“Kami ingin memiliki hak yang sama seperti negara lain,” kata al-Jubeir seperti dikutip CNBC pada hari Minggu, sebagaimana laporan Bloomberg sebagai referensi untuk mengukur kemampuan Iran dalam memperkaya uraniumnya sendiri berdasarkan sebuah kesepakatan dengan lima anggota tetap Dewan Keamanan ditambah Jerman pada 2015.

Arab Saudi sudah lama menolak standar emas. Mereka ingin memiliki uranium sendiri dan ingin mandiri dalam persiapan bahan bakar nuklir dalam jangka panjang, Bloomberg menambahkan.

Namun, laporan tersebut menyoroti kekhawatiran bahwa ambisi Saudi dalam memperkaya uranium bisa jatuh ke tangan teroris.

Energi nuklir sangat jauh dari senjata nuklir tapi ada tumpang tindih, tulisnya. Bahan bakar bekas, yang bisa diolah menjadi plutonium untuk bom, berlangsung selama ribuan tahun; uranium yang diperkaya yang dibutuhkan untuk proses ini memiliki daya tarik tersendiri bagi kelompok teroris, tambah laporan tersebut.

Bloomberg lebih jauh menekankan bahwa AS – penawar utama dalam skema Arab Saudi untuk go nuklir – enggan menawarkan kepada Saudi kesepakatan yang tidak sesuai dengan gold standard.

Ia menambahkan bahwa diplomat AS dan pejabat intelijen akan segera mengunjungi Riyadh untuk pembicaraan mengenai rencana kerajaan tersebut untuk memanfaatkan energi nuklir.

Bloomberg selanjutnya menulis bahwa program energi nuklir Saudi bisa menjadi penyelamat bagi industri nuklir AS yang menurutnya sudah dalam keadaan mati suri.

Namun, ia menekankan bahwa Washington harus menghadapi persaingan ketat dengan saingan lainnya yang mencakup sekutunya sendiri Korea Selatan, Prancis, China dan Rusia bahwa Pentagon akhir-akhir ini ditunjuk sebagai ancaman utama Amerika. [ARN]

About ArrahmahNews (16635 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: