News Ticker

Rusia Tolak Resolusi ‘Kecam’ Iran di PBB atas Yaman

Kamis, 22 Februari 2018

ARRAHMAHNEWS.COM, NEW YORK – Rusia menentang resolusi Dewan Keamanan PBB (DK PBB), yang dirancang oleh kekuatan Barat, untuk memperbarui sanksi anti-Yaman, yang juga mengupayakan “kutukan” terhadap Iran atas tuduhan melanggar embargo senjata di negara Semenanjung Arab yang dilanda perang tersebut.

Dalam pertemuan Dewan Keamanan pada hari Rabu, Duta Besar Rusia Vassily Nebenzia mengatakan tindakan yang diusulkan PBB harus fokus pada masalah Yaman.

“Kami sama sekali tidak menyukai penghukuman, tidak, pada umumnya,” AFP mengutip Nebenzia. “Ini adalah resolusi tentang perpanjangan kelompok kerja, bukan tentang Iran. Jadi kita harus berkonsentrasi untuk memperluas kelompok kerja dulu,” tambahnya.

Nebenzia mengacu pada kelompok kerja ahli independen yang mengawasi pelaksanaan sanksi terhadap Yaman.

Pekan lalu, Inggris menyebarkan sebuah rancangan resolusi yang akan memperbaharui sanksi terhadap Yaman untuk satu tahun lagi dan “mengecam” Iran karena diduga melanggar embargo senjata tahun 2015 di negara tersebut dengan “gagal mengambil tindakan yang diperlukan untuk mencegah pasokan langsung atau tidak langsung, penjualan atau transfer” rudal balistik jarak pendek, UAV dan peralatan militer lainnya ke gerakan Houthi Ansarullah Yaman.

Gerakan Houthi telah membela Yaman dari sebuah kampanye militer Saudi dan sekutunya, yang diluncurkan pada tahun 2015 dengan bantuan dari AS dan Inggris untuk menginstal ulang pemerintah yang setia pada Riyadh dan melayani kepentingan AS.

Rancangan resolusi yang didukung oleh Prancis dan AS, menyerukan langkah-langkah yang tidak ditentukan sebagai tanggapan atas laporan PBB mengenai dugaan peran Iran di Yaman, yang menekankan bahwa DK PBB akan mengambil “tindakan tambahan untuk mengatasi pelanggaran ini,” dan “aktivitas yang terkait dengan penggunaan rudal balistik di Yaman” adalah kriteria sanksi.

DK PBB diharapkan untuk memberikan suara pada draft resolusi minggu depan.

Reuters mengutip seorang diplomat senior PBB yang mengatakan tanpa menyebut nama bahwa, “Sangat adil untuk mengatakan rancangan tersebut bukan yang saat ini didukung oleh Rusia dan mereka telah membuat pandangan mereka jelas.

Diplomat lain yang tidak disebutkan namanya juga mengatakan Moskow memandang teks tersebut sebagai “tidak dapat diterima.”

Dalam pertemuan pada hari Rabu, antara Sekjen PBB Antonio Guterres dan wakil tetap Iran untuk PBB, Gholam Ali Khoshroo, memperingatkan Dewan Keamanan bahwa dukungannya untuk tindakan sepihak dapat memperburuk situasi di Yaman. [ARN]

About ArrahmahNews (15838 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: