News Ticker

Dihantam Skandal Seks, Wakil PM Australia Mundur

Jum’at, 23 Februari 2018

CANBERRA, ARRAHMAHNEWS.COM – Wakil Perdana Menteri Australia, Barnaby Joyce, yang saat ini terlilit skandal pelecehan seksual dan kontroversi perselingkuhan dengan mantan ajudannya, mengumumkan pengunduran diri dari jabatan, serta kepindahannya ke backbench, pada hari Jum’at (23/02).

Joyce, yang menjadi pemimpin Partai Nasional Australia dan wakil Perdana Menteri Malcolm Turnbull, telah menjadi berita halaman depan di Australia selama dua minggu terakhir sejak ia memutuskan untuk meninggalkan istri yang telah dinikahinya selama 24 tahun dan memilih hidup bersama mantan penasihat medianya yang lebih muda, yang saat ini tengah mengandung bayi laki-laki mereka.

Pria berusia 50 tahun itu bersikeras bahwa dia akan keluar dari badai, namun posisinya menjadi tidak dapat dipertahankan pada hari Jumat ketika sebuah pelecehan seksual yang diajukan terhadapnya, yang dia bantah, dilaporkan ke partai.

“Saya akan mengatakan pada Senin pagi di ruang (pertemuan) partai, saya akan turun sebagai pemimpin Partai Nasional dan wakil pemimpin Australia,” kata Joyce pada sebuah konferensi pers di Armidale, New South Wales.

Joyce dijadwalkan menjadi pelaksana tugas perdana menteri minggu ini, menggantikan Turnbull yang tengah melaksanakanpertemuan dengan Presiden AS Donald Trump di Washington, namun memilih untuk mengambil cuti.

Dengan Menteri Luar Negeri Julie Bishop juga di luar negeri, peran tersebut telah diambil alih oleh pemimpin Senat Mathias Cormann, yang sebelum keputusan Joyce mengatakan bahwa setiap klaim pelecehan harus dianggap serius.

“Setiap tuduhan pelecehan seksual adalah tuduhan yang sangat serius,” katanya kepada wartawan.

Dalam pernyataannya, Joyce menyebut dirinya mundur untuk menghindari ‘hiruk pikuk isu-isus terkini’. “Telah menjadi kehormatan luar biasa, yang membuat saya merasa rendah hati, dengan selama ini menjadi Wakil Perdana Menteri Australia,” imbuhnya.

Setelah mundur dari posisi Ketua Partai Nasional Australia dan Wakil PM Australia, Joyce akan tetap menjadi anggota parlemen biasa.

Sosok Joyce tergolong kontroversial di dunia perpolitikan Australia. Seruan mundur terhadap Joyce telah muncul sejak lama.

Namanya menjadi pemberitaan setelah awal Februari lalu, Joyce mengungkapkan dirinya kini tinggal bersama mantan stafnya yang sedang mengandung anaknya. Hal ini mengkonfirmasi rumor lama soal perselingkuhannya. Beberapa bulan sebelumnya, tepatnya pada Desember 2017, Joyce mengumumkan dirinya telah bercerai dari istrinya. (ARN)

About ArrahmahNews (16303 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: