News Ticker

DK PBB Gagal Sepakati Gencatan Senjata di Suriah

Jum’at, 23 Februari 2018

NEW YORK, ARRAHMAHNWS.COM – Rusia mengatakan bahwa tidak ada kesepakatan yang dicapai di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai gencatan senjata selama sebulan di Suriah padahal saat ini konflik tersebut semakin dalam di negara Arab karena adanya peningkatan tajam dalam serangan teroris.

Duta Besar Rusia Vassily Nebenzia mengumumkan hal ini pada hari Kamis (22/02) setelah sebuah pertemuan dewan mengenai sebuah rancangan resolusi yang menuntut gencatan senjata 30 hari di Suriah di tengah kekerasan baru di wilayah Ghouta, Suriah.

Baca: Lavrov: Barat Tutup Mata dari Serangan Kejam Teroris di Ghouta

Swedia dan Kuwait, dua anggota tidak tetap Dewan Keamanan, telah mengusulkan langkah gencatan senjata di Suriah untuk mengizinkan pengiriman bantuan kemanusiaan dan evakuasi medis.

Pada hari Rabu, Nebenzia mengajukan amandemen rancangan resolusi tersebut, dengan mengatakan, “Kami tidak dapat dengan mudah memutuskan bahwa ada gencatan senjata.”

“Itu adalah proses yang panjang dan kompleks untuk dicapai. Penghentian tidak dapat dilakukan dengan memberi sepatah kata dalam resolusi,” catatnya.

Baca: BREAKING NEWS! Turki Serang Konvoi Bantuan Kemanusian untuk Afrin

Sebelumnya pada hari Kamis, Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov menyatakan kesiapannya untuk mempertimbangkan gencatan senjata di Suriah, namun hanya jika tidak mencakup Daesh, Front al-Nusra dan kelompok teroris lainnya yang “melakukan penembakan sistematis terhadap warga sipil di Damaskus.”

“Sulit untuk menentang seruan melakukan gencatan senjata dengan tujuan agar warga sipil mengambil nafas, untuk memasok bantuan kemanusiaan dan pengobatan dan untuk menawarkan bantuan kepada orang-orang dalam situasi yang sulit,” kata Lavrov. (ARN)

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: