News Ticker

Dubes Rusia “Tampar” Dubes AS di PBB

Jum’at, 23 Februari 2018

NEW YORK, ARRAHMAHNEWS.COM – Perwakilan Tetap Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Vasily Nebenzya, menngecam keras ucapan rekan Amerika-nya, Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley, yang menyebut sistem negara di Rusia dengan “rezim Putin,”.

Menurut kantor berita Rusia, TASS, Haley mengeluarkan ucapan itu saat mengkritik Moskow atas kebijakannya terhadap Ukraina. Nebenzya yang tidak menerima ucapan Haley kemudian mengeluarkan kecamannya, dalam sebuah pertemuan Dewan Keamanan PBB yang sejatinya didedikasikan untuk mendiskusikan pemeliharaan perdamaian internasional dengan menerapkan prinsip-prinsip Piagam PBB.

Baca: Rusia: Negara-negara Pendukung Teroris Bertanggung Jawab atas Situasi di Ghouta Timur

“Saya ingin mengingatkan Duta Besar Haley bahwa Rusia tidak memiliki sebuah rezim, tapi presiden yang terpilih secara hukum dan pemerintahan sah!” kata Nebenzya, “Saya ingin meminta delegasi Amerika di masa depan untuk mematuhi setidaknya kesopanan diplomatik dasar. Omong-omong, Suriah juga memiliki pemerintahan yang sah, apakah seseorang menyukainya atau tidak,” tambahnya.

Menyindir AS, Nebenzya menyebut bahwa bagi beberapa negara “sulit untuk menerima hal yang sudah jelas”.

“Era Perang Dingin, dan juga tahap pasca bipolar, telah berakhir. Dunia sedang membangun tatanan dunia yang lebih baru, demokratis, polisentrik. Esensinya adalah dalam kemunculan dan penguatan pusat-pusat kekuatan ekonomi baru, dan pengaruh politik, “tambahnya.

Baca: Rusia Tolak Resolusi ‘Kecam’ Iran di PBB atas Yaman

Ia menyebut bahwa sebenarnya topik pertemuan DK PBB tersebut sangat relevan untuk keadaan hubungan internasional saat ini, dengan memperhatikan bahwa prinsip-prinsip independensi dan persamaan negara, serta tidak adanya campur tangan dalam urusan dalam negeri dan penyelesaian perselisihan damai “merupakan dasar dari hubungan bertetangga yang baik” antar negara, dan dasar kerja sama yang saling menguntungkan untuk kepentingan bersama.

“Sayangnya, sepanjang sejarah Perserikatan Bangsa-Bangsa, dunia telah menyaksikan banyak contoh ketidakpedulian terang-terangan atas Piagam PBB sampai pada penggunaan kekuatan ilegal, campur tangan terang-terangan dalam urusan negara lain, penghancuran prinsip-prinsip sosial tradisional, perubahan kekuasaan secara paksa, dan pengenaan norma budaya dan sosial asing, “kata Nebenzya.

Dubes Rusia itu mencontohksn pemboman Yugoslavia dan Libya, yang telah dilakukan dengan melakukan pelanggaran hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan. Ia juga mencontohkan pendudukan Irak (yang dilakukan AS) dengan alasan tidak benar. (ARN)

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: