News Ticker

Erdogan Tak Akan Bertahan

Jum’at, 23 Februari 2018

ARRAHMAHNEWS.COM, TURKI – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan “tidak dapat bertahan” jika terus membuat marah hampir semua tetangga internasionalnya, menurut Mark Sleboda, seorang analis hubungan internasional dan keamanan yang berbicara di Radio Sputnik pada hari Rabu.

“Erdogan tidak dapat bertahan jika terus menciptakan hubungan buruk dengan semua calon mitra dan tetangga utamanya,” kata Sleboda dalam acara Loud & Clear, Radio Sputnik, bersama Brian Becker dan John Kiriakou.

“Turki, sebagai anggota NATO, telah pindah dan menjadi sangat dekat dengan sebuah konfrontasi dengan AS,” kata analis tersebut, dengan dukungan Ankara terhadap Free Syirian Army dan oposisi terhadap milisi Kurdi-YPG yang didukung AS.

Terlebih lagi, pasukan Turki menebar plot di Suriah utara, “mungkin sebagai bagian dari penaklukan neo-Ottoman,” sebuah langkah yang tidak menghormati wilayah kedaulatan Damaskus, Sleboda menegaskan.

Serangan Erdogan terhadap orang Kurdi di distrik Afrin, Suriah, ironisnya dengan sandi Operation Olive Branch, yang dipandang sebagai operasi kontra terorisme oleh pemerintah Erdogan. Seorang juru bicara Presiden Turki mengatakan pada hari Kamis bahwa “setiap langkah yang diambil untuk mendukung organisasi teror YPG akan berarti [melakukan intervensi di pihak militan Kurdi] berada pada tingkat yang sama dengan organisasi teror. Bagi kami, itu akan menjadikan mereka sebagai target yang sah.” Ini adalah ancaman terhadap Washington, yang menganggap Kurdi sebagai kekuatan anti-ISIS paling efektif. Sementara Damaskus mengirim pasukan ke Afrin untuk melindungi kedaulatan teritorial Suriah.

Selain itu, Ankara juga dihadapkan dengan perseteruan lama antara Turki dan Yunani yang kembali memanas, serta permusuhan dengan Irak. Turki telah mengirim pasukan militer ke Irak untuk melawan keinginan pemerintah di Baghdad,” katanya. Ankara juga baru saja mengirim kapal angkatan laut ke zona ekonomi eksklusif Siprus, hingga membuat marah Yunani dan Mesir.

“Turki telah berhasil mengasingkan hampir semua sekutu dan tetangganya. Kami berbicara dengan Amerika Serikat, Rusia dan Uni Eropa, dan juga semua negara tetangga.”

“Ini bukan hal yang baik” jika orang Turki menginginkan Erdogan untuk terus bertugas sebagai pimpinan, kata analis. [ARN]

Sumber: Sputnik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: