News Ticker

Kebohongan Memalukan Menlu Saudi soal Yaman di Brussels, Bag: 03

Sabtu, 24 Februari 2018

SANA’A, ARRAHMAHNEWS.COM – Pada tanggal 22 Februari 2018 kemarin, Menlu Arab Saudi, Adel Al-Jubeir, melakukan hal yang sangat memalukan dan belum pernah dilakukan oleh menteri luar negeri manapun sebelumnya dengan pidato penuh kebohongan ditengah semua fakta jelas yang telah dikemukakan badan-badan dunia resmi yang telah teruji kredibilitasnya.

Baca: Kebohongan Memalukan Menlu Saudi soal Yaman di Brussels, Bag: 02

Kebohongan Ketiga

Bila fakta dan kejahatan sudah jelas-jelas terlihat, maka biasanya seseorang akan membuat alasan bermacam-macam untuk membenarkan kejahatan tersebut, tidak perduli jika alasan itu berupa kebohongan sangat jelas sekalipun. Dan ini juga dilakukan al-Jubeir dalam pidatonya.

Tanpa malu-malu, Al-Jubeir berbicara bahwa Houthi mengerahkan anak-anak di medan perang dan menanam ranjau di seluruh negeri hingga meningkatkan jumlah kematian. Namun kebenaran dan fakta mengungkapkan kebohongan semacam itu. Menurut semua laporan dari PBB dan organisasi internasional lainnya, jelas bahwa penyebab paling banyak kematian warga sipil adalah akibat serangan udara oleh koalisi pimpinan-Saudi.

Baca: Kebohongan Memalukan Menlu Saudi soal Yaman di Brussels, Bag: 01

Bukan hanya itu, tapi juga menurut organisasi terkenal seperti amnesti Internasional dan komisi pengawas HAM, koalisi pimpinan Saudi bahkan juga pernah dan masih menggunakan bom curah di banyak daerah penduduk sipil, dimana sisa-sisa bom ini mejadi ranjau darat bagi warga sipil Yaman.

Arab Saudi dan pendukung internasional percaya bahwa mereka dapat mengarang kebohongan semacam itu dan menyesatkan seluruh masyarakat internasional dengan menggunakan semua kekuatan dan pengaruhnya untuk mengisolasi Yaman dari dunia dan media internasional dengan memberlakukan larangan terhadap masuknya jurnalis dan media asing ke negara tersebut.

Metode lain yang digunakan untuk mengisolasi Yaman dan untuk mendapatkan kekebalan hukum atas kejahatan perang yang sedang berlangsung termasuk pelanggaran HAM yang mereka berlakukan secara sistematis di Yaman adalah dengan menyabotase upaya komunitas internasional untuk membentuk Komisi Penyelidikan Independen guna menyelidiki tuduhan ini, dan memberikan ganti rugi kepada pihak-pihak yang haknya telah dilanggar.

Di sisi lain Saudi justru mendukung komisi penyelidikan nasional yang dibuat oleh ‘pemerintahan Hadi’ dalam pelariannya di Riyadh, dimana dijelaskan oleh laporan terakhir Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai sebuah komisi parsial dan kurang mekanisme.

Dengan menutup mata terhadap kejahatan berat yang dilakukan oleh Arab Saudi dan negara-negara lain dalam koalisi ini, dan membiarkan mereka yang terkenal tidak menghormati undang-undang HAM itu tampil dengan mengklaim diri mereka menerapkan peraturan masyarakat internasional, memberi mereka panggung untuk mengatakan kebohongan, membuat cerita palsu, dan menolak kenyataan, adalah tindakan merongrong hak asasi manusia Yaman, dan sebagai konsekuensinya, sama saja dengan tindakan merongrong HAM seluruh masyarakat dunia. (ARN)

About ArrahmahNews (16303 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: