Arab Saudi

Irak Tolak Permintaan Saudi Serahkan 400 Teroris

Minggu, 25 Februari 2018

BAGHDAD, ARRAHMAHNEWS.COM – Irak telah menolak permintaan dari Riyadh untuk menyerahkan lebih dari 400 warga Arab Saudi, yang dipenjara karena tuduhan terorisme.

Menurut surat kabar Al-Araby Al-Jadeed yang berbasis di London, orang-orang Saudi ini ditangkap bersama dengan “ratusan” teroris Arab dan Eropa lainnya dalam perang melawan Daesh dan al-Qaeda.

Baca: Pimpinan ISIS asal Saudi Tewas saat Melarikan Diri dari Mosul

Surat kabar tersebut mengutip juru bicara pemerintah Saad al-Hadithi yang mengatakan bahwa Baghdad akan mengizinkan ekstradisi orang-orang asing yang telah dibebaskan dari tuduhan teror.

Irak mengatakan semua tahanan asing berada di bawah yurisdiksi sistem hukum negara tersebut. Sejauh tahun ini, negara itu telah menghukum seorang wanita Jerman dan seorang wanita Turki dengan hukuman mati atas keterlibatan mereka dengan Daesh.

Riyadh mengajukan permintaan ekstradisi dengan menjanjikan 1,5 miliar dolar saat konferensi donor untuk rekonstruksi pasca-Daesh Irak yang diadakan di Kuwait.

Baca: BOCOR! Arab Saudi Galang Dana Untuk Teroris ISIS atas Nama Anak-Anak Fallujah

Daesh adalah kelompok teror yang mengikuti ideologi radikal Wahhabisme, yang mendominasi Arab Saudi. Ideologi ini memandang orang-orang dari agama dan kepercayaan lain sebagai “orang-orang kafir” yang boleh dibunuh.

Kelompok teror tersebut melancarkan kampanye pertumpahan darah dan penghancuran di Irak dan negara tetangganya Suriah pada tahun 2014, dan berhasil menguasai sebagian besar wilayah disana. Pada saat itu, ekstremis dari Inggris, Prancis dan Jerman serta dari tempat lain di seluruh Eropa bergabung dengan kelompok tersebut untuk membentuk kekhalifahan Takfiri.

Ketika eksodus mereka dimulai, banyak pemimpin Eropa mengabaikan peringatan berulang-ulang yang mengatakan bahwa para teroris itu sewaktu-waktu bisa pulang ke rumah dan menyebar teror. Barat mengabaikan peringatan ini karena mereka ingin menggulingkan pemerintahan Suriah. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: