News Ticker

Majalah Time Gunakan Foto Irak-Gaza untuk Gambarkan Kekejaman Assad di Ghouta Timur

FAKE NEWS

Rabu, 28 Februari 2018,

ARRAHMAHNEWS.COM, SURIAH – Operasi militer terakhir Pemerintah Suriah di Ghouta Timur, telah memicu kampanye informasi hoax dan propaganda yang sangat besar oleh media mainstream Barat dan organisasi pemerintah.

Pada saat ini, menjadi jelas bagi siapa saja yang mengikuti perang di Suriah, bahwa tujuan negara-negara Barat dan sekutu Teluknya, adalah membalkanisasi Suriah, menghancurkan pemerintahan sekulernya di Damaskus. Informasi ini dipahami secara luas, sekarang kita dapat melihat kampanye yang dilancarkan melawan Suriah, sebagai tanggapan terhadap pemerintah Damaskus yang bergerak untuk membebaskan wilayahnya dari pasukan “pemberontak” al-Qaeda.

Baca: Eksploitasi Anak Dibalik Propaganda Busuk Media Barat untuk Serang Assad

Telah terjadi dugaan pemboman terhadap Masjid, Sekolah, Rumah Sakit, namun tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa semua ini benar adanya. Juga tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa jumlah orang yang meninggal itu benar, tidak ada nama, usia, asal usul, tempat dan waktu kematian, hanya nomor acak, video dan foto yang tidak diverifikasi, diproduksi dan disebarkan oleh militan yang secara ilegal menduduki wilayah Suriah.

Foto dari negara lain yang disebarkan sebagai ‘BUKTI’ Assad membunuh rakyatnya sendiri: 

Berikut adalah beberapa contoh gambar yang tersebar luas, termasuk dibagikan oleh jutaan orang, dan digunakan untuk menunjukkan kepada kita apa yang terjadi di Ghouta Timur.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Baca: Perang Ghouta Timur yang Terdistorsi oleh Propaganda Media Arus Utama

 

Suriah dan Rusia memutuskan gencatan senjata untuk memungkinkan evakuasi warga sipil:

Apa yang MSM tidak katakan adalah; Pemerintah Suriah dan Rusia mengusulkan gencatan senjata harian antara jam 09 AM sampai 03 PM, ini akan memungkinkan semua warga sipil melarikan diri dari daerah tersebut sebelum pembebasannya, sementara pemberontak ‘moderat’ yang berafiliasi dengan al-Qaeda menolak usulan ini. Alasan mengapa pasukan pemberontak menolak proposisi ini, karena mereka benar-benar menggunakan orang-orang Ghouta Timur sebagai perisai manusia, jika warga sipil pergi, Suriah dan sekutu-sekutunya akan mengalahkan mereka dalam waktu yang sangat singkat. Pemberontak ini secara ilegal menduduki tanah Suriah dan menyandera penduduk sipil, membuktikan bahwa SAA tidak membunuh bangsanya sendiri, oleh karena itu mereka mengulur waktu dan ketepatan untuk membersihkan daerah itu dari pasukan anti-pemerintah.

Baca: Dubes Indonesia untuk Suriah Ungkap Fakta Perang Suriah dan Bashar Assad

Berikut ini selebaran yang disebarkan oleh pemerintah sebagai usaha untuk menyelamatkan dan meminimalisir korban sipil, ini diteruskan kepada saya oleh ‘Mudar Barakat’ seorang aktivis yang berada di Damaskus;

“Selebaran yang disebar oleh helikopter SAA di seluruh Ghouta timur, menunjukkan jalan keluar yang aman untuk membantu warga sipil meninggalkan zona pertempuran.. dengan petunjuk yang jelas pada selebaran tersebut:

  1. Dilarang orang bersenjata untuk mendekati titik keluar.
  2. Anda harus berhenti sebelum check out keluar cukup dekat di tempat Anda bisa terlihat dengan jelas dan angkat tangan Anda sambil memegang selebaran ini di atas kepala Anda dan letakkan tangan Anda yang lain di kepala Anda atau gunakan untuk memegangi tangan anak Anda.
  3. Tunggu sinyal dari tentara SAA di titik keluar, lalu berbalik tunjukkan punggung Anda.
  4. Putar lagi dan mendekati perlahan menuju titik keluar.” (ARN)
About ArrahmahNews (14641 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

1 Trackback / Pingback

  1. Rusia: Teroris Al-Nusra Berencana Sabotase Konvoi Bantuan PBB ke Ghouta Timur – ArrahmahNews

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: