News Ticker

Dipecatnya Para Petinggi Militer Saudi demi Cegah Kudeta Pasca Kematian Raja Salman

Kamis, 1 Maret 2018

ARRAHMAHNEWS.COM, ARAB SAUDI – Perubahan ekstremis yang dilakukan oleh Raja Saudi Salman bin Abdulaziz di jajaran kepala militer negara tersebut, ditujukan untuk menghalangi upaya kudeta setelah kematiannya terhadap putranya, pangeran mahkota Mohammed.

Para pemimpin kerajaan tidak memberikan penjelasan atas perubahan yang tiba-tiba – termasuk seorang kepala staf militer baru dan pejabat tinggi pertahanan serta kementerian dalam negeri – hal ini memicu spekulasi bahwa guncangan militer disebabkan oleh kegagalan dalam perang di Yaman dan para perwira militer menyalahkan perang yang dilancarkan oleh putra mahkota.

BacaHEBOH! Raja Salman Pecat Kepala Staf dan Para Petinggi Militer.

Namun para analis percaya bahwa penyebab sebenarnya dari perubahan tersebut adalah pembersihan pejabat yang kemungkinan akan melancarkan kudeta terhadap bin Salman setelah kematian ayahnya.

“Saat ini, Arab Saudi berusaha untuk menghomogenkan sistem yang berkuasa untuk membuka jalan bagi Mohammed bin Salman naik ke takhta. Oleh karena itu mereka menolak siapapun, baik di bidang politik maupun di bidang militer, yang tidak merasa loyal kepada pihak pemerintah Saudi saat ini dan kemungkinan akan menunjukkan kecenderungan terhadap pangeran lain setelah kematian raja Saudi,” kata seorang analis Timur Tengah.

Dia, sementara itu, menggarisbawahi bahwa reshuffle tidak berarti sebuah perubahan dalam kebijakan militer Arab Saudi, dan mengatakan bahwa komandan Saudi berpangkat rendah tidak dianggap sebagai pembuat kebijakan militer namun kebijakan tersebut diputuskan pada tingkat komando dan dinasti yang lebih tinggi.

BacaKunjungan Bin Salman ke Inggris akan Disambut Demo.

Arab Saudi mengganti satu generasi kepemimpinan militernya, untuk pertama kalinya membuka lowongan militer kepada wanita dan mempromosikan seorang wanita ke sebuah jabatan teratas di Kementerian Tenaga Kerja, dalam serangkaian langkah langka di kerajaan ultraconservatif.

Dilaporkan oleh kantor berita resmi Saudi Press pada Senin malam, keputusan kerajaan tersebut merupakan langkah terakhir dalam kampanye dramatis untuk merombak institusi negara yang dipimpin oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman, putra kuat Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz Al Saud. [ARN]

About ArrahmahNews (14693 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: