News Ticker

AS-Inggris Perintahkan Teroris Lakukan Serangan Kimia untuk Tuduh Bashar Assad

Jum’at, 02 Maret 2018

DAMASKUS, ARRAHMAHNEWS.COM – Sumber militer Suriah mengungkap bahwa AS, Inggris dan negara-negara barat lainnya telah memberi instruksi kepada kelompok teroris untuk melakukan serangan kimia di pinggiran Damaskus tepatnya di Ghouta Timur dan kemudian menjadikan hal itu untuk menyerang pemerintahan Bashar al-Assad.

Kantor berita resmi Suriah, SANA, melaporkan pada hari Kamis (01/03) bahwa dengan mengutip informasi rahasia, sumber tersebut mengatakan bahwa organisasi teror yang berbasis di Ghouta Timur, termasuk Front al-Nusra, Faylaq al-Rahman dan Ahrar al-Sham, sedang mempersiapkan drama baru lagi mengenai dugaan penggunaan senjata kimia oleh Angkatan Darat Arab Suriah.

Baca: Lavrov: Laporan Serangan Kimia adalah Cerita Palsu

“Di bawah instruksi dari negara-negara Barat, termasuk AS dan Inggris, para teroris akan menyebarkan bahan kimia tersebut “di dekat garis depan dengan tentara Suriah dan menargetkan warga sipil untuk kemudian menuduh pemerintah dan tentara Suriah telah melakukan tindakan ini,” sumber tersebut menambahkan.

Sumber tersebut menegaskan bahwa angkatan bersenjata Suriah “tidak pernah memiliki senjata kimia atau menggunakannya, dan tidak akan pernah melakukannya.”

Baca: White Helmets Siapkan Serangan Kimia ‘False Flag’ di Ghouta Timur, Suriah

Suriah menandatangani Chemical Weapons Convention (CWC) pada tahun 2013 dan menyerahkan persediaan senjata kimia beberapa bulan kemudian kepada sebuah misi gabungan yang dipimpin oleh PBB dan Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia (OPCW), yang mengawasi penghancuran persenjataan tersebut.

Negara ini juga secara tegas menolak tuduhan penggunaan senjata kimia selama perang menghadapi militansi dukungan asing, yang mencengkeram negara itu pada tahun 2011.

Namun, pemerintah Barat dan sekutu mereka tidak pernah berhenti menuduh Damaskus setiap kali ada serangan kimia yang terjadi.

Militan dan pendukung asing mereka dalam beberapa hari terakhir telah melakukan upaya baru untuk menghubungkan dugaan serangan gas ke pemerintah Suriah.

Pekan lalu, Rusia, yang telah membantu pasukan Suriah dalam operasi anti-teror mereka, memperingatkan bahwa militan merencanakan serangan kimia di Ghouta Timur untuk menuduhkannya ke pemerintah Suriah.

Tak lama setelah peringatan tersebut, lembaga yang menamakan diri sebagai Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, pendukung militan anti-Damaskus, mengklaim 14 warga sipil telah mengalami kesulitan bernafas setelah sebuah pesawat tempur Suriah menyerang desa tersebut di wilayah Ghouta Timur di pinggiran kota Suriah.

Baik Damaskus dan Moskow menolak klaim tersebut. (ARN)

About ArrahmahNews (14679 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: