News Ticker

Catherine Shakdam: Perang Yaman Akhir Kejayaan Dinasti Al-Saud

Sabtu, 03 Maret 2018

LONDON, ARRAHMAHNEWS.COM – Analis dan komentator politik asal Inggris yang fokus terhadap isu-isu Timur-Tengah menyatakan bahwa perang Yaman akan menjadi akhir bagi kejayaan Bani Saud, sebuah kerajaan yang diperintah oleh garis kesukuan yang dikenal karena kekejamannya di masa awal pembentukannya yang berdiri di tanah Hijaz.

“Saya akan mengatakan bahwa Arab Saudi bukanlah sebuah negara dalam pengertian yang kita semua pahami. Arab Saudi adalah tanah yang diklaim dan diperintah oleh sebuah garis kesukuan yang kekejamannya telah membungkam semua oposisi,” jelas Shakdam dalam wawancara ekslusifnya kepada FNA, Kamis (01/03), menambahkan bahwa “Arab Saudi lahir di padang pasir Najd dan sejak itu memberlakukan kekerasan ke wilayah tersebut atas nama radikalisme agama.”

Baca: Analis: Perang Yaman Blunder Terbesar Kerajaan Saudi Sepanjang Abad

Shakdam mengatakan bahwa kerajaan Saudi sangat berambisi memperluas kekuasaannya ke Yaman, namun tidak menyadari siapa lawan yang kali ini dihadapinya.

“Arab Saudi masih hidup dalam keyakinan bahwa mereka tidak bisa dihancurkan. Mereka (Bani Saud) menganggap diri mereka lebih kuat dari semua bangsa. Saudi penuh dengan keegoisan dan karena itu meyakini bahwa Yaman akan menjadi mangsa yang mudah bagi kelaparan hegemoniknya,” ujarnya.

“Arab Saudi mungkin memiliki miliaran dolar untuk membeli teknologi militer mewah dan tentara bayaran demi tujuannya, namun mereka tidak tahu bagaimana cara berperang” jelasnya lebih lanjut.

Baca: Saudi Berusaha Mengubah Yaman Menjadi Negara Boneka

“ Arab Saudi tidak pernah berpikir bahwa bangsa Yaman, diatas kemiskinan yang dialaminya, dan di balik kemiskinan semacam itu, adalah orang-orang yang bangga dan dengan berani bersedia membela tanah air mereka dan hak mereka atas kebebasan beragama meski harus mempertaruhkan nyawa.”

Shakdam menguraikan bahwa sejarah telah menjelaskan jika bangsa Yaman adalah bangsa dengan harga diri tinggi, yang tidak akan membiarkan diri mereka hidup dibawah kekuasaan penjajah. Jadi Arab Saudi meski dengan segala upaya tidak akan memperoleh kemenangan dalam perang ini.

“Yaman sudah tua. Yaman memiliki sejarah dan peradaban yang membentang selama berabad-abad dan ribuan tahun. Arab Saudi harus tahu, Yaman tidak pernah dijajah dan ditaklukkan oleh tangan asing. Orang-orang Yaman tidak pernah mentolerir masa depan mereka didikte oleh kekuatan asing,” tegasnya.

Baca: Saudi Berusaha Hindari Rasa Malu atas Kegagalan Perang di Yaman

Menurut Shakdam, Yaman diabaikan karena kemiskinannya. Orang-orang Yaman diabaikan karena kekuatan dunia menganggap mereka bodoh. Tapi bangsa Yaman terbukti tangguh di luar semua ketahanan. Dan orang-orang Yaman terbukti paling berani dan paling sabar dalam menghadapi kesulitan. Dan ini adalah kualitas orang-orang yang tidak bisa dikalahkan.

“Arab Saudi tidak akan pernah memenangkan perang melawan Yaman ini. Orang-orang Yaman memiliki keberanian yang tidak bisa dimengerti Saudi. Masa-masa (kejayaan)kerajaan benar-benar berakhir! Kesombongan dan ketidaktahuan menyebabkan kekalahan Al Saud di Yaman. Saya percaya bahwa Yaman akan menjadi akhir Arab Saudi sebagai kekuatan regional,” ujarnya. (ARN)

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: