News Ticker

VIDEO VIRAL! Kritik Kerajaan, Polisi Saudi Seret Khotib Jum’at dari atas Mimbar

Minggu, 4 Maret 2018

ARRAHMAHNEWS.COM, ARAB SAUDI – Aktivis media sosial mempublikasikan sebuah video klip, yang menunjukkan kekacauan di salah satu masjid di daerah Jabiriyah, Arab Saudi. Polisi Syariah telah melakukan tindakan memalukan terhadap seorang khotib jum’at yang sedang menyampaikan khotbahnya, dengan memaksanya turun dari mimbar dan ditangkap.

Video tersebut menunjukkan bagian dari khotbah imam tersebut, yang tidak dia sebutkan namanya, bersamaan dengan adegan-adegan saat imam digeret turun dari mimbar dan keluar dari masjid.

Seorang blogger menceritakan insiden penghinaan terhadap imam salat Jum’at tersebut terjadi setelah dia menyampaikan kritikan terhadap kerajaan Arab Saudi yang korup dan menyatakan bahwa agresi negaranya di Yaman tidak adil dan harus dihentikan. Para polisi Syariah kontan langsung menyerbu mimbar dan menyeretnya keluar dari masjid.

Di Twitter, beberapa hastag yang menunjukkan solidaritas terhadap imam salat Jum’at dan kecaman terhadap pemerintah Saudi, menjadi tranding topik sejak Jum’at kemarin (3/03/2018). Sebagian menanggapinya dengan mempertanyakan Visi Bin Salman, seperti apakah ini visi 2030 di tanah Haramain? dimana kehormatan rumah Alllah? dimana rasa hormat kalian terhadap kesucian tempat-tempat ibadah?

Akun dengan nama Hossam al-Shurbaji, mengatakan bahwa alasan penghina terhadap imam salat Jum’at adalah kritiknya terhadap Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman, yang menyinggung pembersihan yang dilakukan oleh pangeran dan sejumlah kebijakan kontroversialnya.

Ini tontonan bagus untuk cingkranger dan The Family MCA serta para pendukung gerombolan bani mecin curah, yang anti Jokowi dan fanatik terhadap Saudi, yang aktif menyebarkan isu teror terhadap ulama, penyerangan terhadap ulama atau pemerintah anti-ulama, untuk segera menggelar demo anti-Saudi karena telah menodai rumah Allah, kesakralan khotbah salat Jum’at dan pengusiran Khotib Jum’at.

Dan perlu diketahui bahwa peristiwa di atas tidak pernah terjadi di negeri ini, hanya ada di Saudi, yang menjadikan agama islam sebagai jualan untuk menarik simpati dan melegalkan setiap tindakan mereka. [ARN]

Sumber: Rai Al-Youm.

About ArrahmahNews (14679 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: