News Ticker

Militan Akhirnya Setuju Izinkan Warga Sipil Tinggalkan Ghouta Timur

Senin, 5 Maret 2018

ARRAHMAHNEWS.COM, SURIAH – Rusia menyatakan bahwa militan yang berbasis pinggiran Damaskus telah berjanji untuk mengizinkan warga sipil meninggalkan Ghouta, di saat tentara Suriah berada di atas angin dalam operasi pembersihan teroris.

Rusia telah memperkenalkan gencatan senjata harian di daerah tersebut, namun Moskow dan Damaskus mengatakan bahwa militan telah mencegah penduduk setempat untuk pergi.

Pada hari Senin, militer Rusia mengatakan bahwa militan telah setuju untuk membiarkan warga sipil meninggalkan Ghouta Timur sebagai imbalan atas bantuan kemanusiaan.

Pengumuman tersebut dikeluarkan sehari setelah Rusia mengatakan bahwa militan telah memberlakukan jam malam selama jeda kemanusiaan untuk mencegah penduduk sipil meninggalkan daerah dibawah kendali mereka.

Rusia telah menunjuk empat rute jalur yang aman di Ghouta Timur setelah gencatan senjata diumumkan di Suriah oleh Dewan Keamanan PBB.

Ghouta Timur telah menyaksikan kekerasan mematikan selama beberapa minggu terakhir, dimana teroris Takfiri meluncurkan serangan mortir ke ibukota Suriah dalam menghadapi kekalahan yang akan segera terjadi.

Sementara tentara Suriah membuat kemajuan yang mantap, tapi menghadapi Barat yang bermusuhan dan mengancam serangan udara untuk menghentikan kemajuan pasukan Suriah.

SOHR yang berbasis di London yang bersimpati kepada militan mengatakan bahwa pemerintah Suriah dan pasukan sekutu mendobrak benteng militan pada hari Senin, dan sekarang telah merebut kembali sepertiga wilayah kantong tersebut.

Pasukan pemerintah “maju dengan kecepatan tinggi karena operasi sejauh ini kebanyakan dilakukan di lahan pertanian,” Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan.

Menurut laporan tersebut, pasukan berjarak dua kilometer (1,2 mil) tenggara Douma, kota utama di Ghouta Timur, daerah semi pedesaan yang tempak penembakan mortir ke pusat kota Damaskus.

Pemerintah kehilangan kendali atas Ghouta Timur pada tahun 2012. Selama bertahun-tahun, tentara telah merebut kembali hampir dua pertiga wilayah tersebut.

Presiden Bashar al-Assad bersumpah pada hari Minggu bahwa pasukan Suriah akan melanjutkan kampanye terakhir sampai seluruh wilayah tersebut direbut kembali.

Ucapannya muncul setelah tentara berhasil mengamankan sebuah koridor kemanusiaan bagi warga sipil untuk meninggalkan daerah-daerah yang dikendalikan militan. Kantor berita resmi SANA mengatakan persiapan sedang dilakukan untuk memberikan makanan, obat-obatan dan perawatan kepada warga sipil yang terjebak di Ghouta Timur. [ARN]

About ArrahmahNews (14679 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: