News Ticker

Kebohongan Saudi dan Perang Tak Adil atas Yaman

Jum’at, 09 Maret 2018

WASHINGTON DC, ARRAHMAHNEWS.COM – Sebuah opini di media Amerika, the American Conservative, mengkritisi upaya kebohongan yang dilakukan Arab Saudi untuk menutupi kejahatan mereka di Yaman, terutama apa yang disampaikan Menlu kerajaan didepan komisi luar negeri Parlemen Eropa di Brussels pada akhir Februari lalu.

Menteri luar negeri Saudi mencoba untuk memutar balikkan fakta kejahatan perang koalisi mereka di Yaman dengan berpura-pura bahwa mereka tidak bertanggung jawab atas kekejaman yang telah mereka lakukan:

Beberapa poin dari sambutan penuh kebohongan Al-Jubeir itu antara lain,

Pertama, Al-Jubeir mengatakan, “[Para pemrotes] mengkritik kami karena perang di Yaman yang tidak kami inginkan, itu dipaksakan pada kami.”

Kedua, ia juga mengatakan, “Mereka mengkritik kami karena perang di Yaman yang merupakan perang adil, yang didukung oleh hukum internasional.”

Ketiga, ia menambahkan kebohongan paling nyata dengan mengatakan, “Mereka mengkritik kami atas korban di Yaman saat hal itu dipaksakan oleh Houthi.”

Pemerintahan yang memilih untuk campur tangan dalam konflik negara lain sering mengklaim bahwa mereka telah “dipaksa” untuk melakukannya, tapi ini hampir tidak pernah benar. Dalam kasus Yaman, Saudi dan sekutunya meluncurkan sebuah kampanye militer pada tahun 2015 yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan pembelaan diri.

Mereka tidak diserang, tidak terancam bahaya, dan serangan yang saat ini terjadi atau pernah dilakukan di wilayah Saudi hanyalah respons atas pemboman yang terus menerus dilakukan koalisi.

Koalisi ini, dengan sengaja memilih pihak pemerintah yang telah mundur dari kekuasaan, mereka melancarkan kampanye pengeboman yang secara rutin menargetkan lokasi-lokasi sipil, dan mereka memberlakukan blokade yang membuat penduduk sipil tidak bisa mendapatkan kebutuhan dasarnya.

Al-Jubeir berbohong! Tidak ada yang memaksa Saudi melakukan hal-hal ini. Semua ini tidak “dipaksakan” atas mereka. Itu adalah kebohongan lain yang dipromosikan pemerintah Saudi dalam upaya untuk menghindari tanggung jawab atas apa yang telah mereka dan sekutunya lakukan terhadap Yaman.

Jika Saudi tidak menginginkan perang ini, yang harus mereka lakukan sangatlah mudah. Hanya tinggal berhenti menyerang negara itu dan mengangkat blokade yang mereka paksakan disana. Satu-satunya alasan kenapa perang ini terus berlanjut adalah karena mereka terlanjur meluncurkannya secara sembarangan dengan harapan mencetak kemenangan cepat dan sekarang terlalu malu untuk mengakui kegagalan.

Houthi dan sekutunya jikapun dianggap bersalah, seharusnya bertanggung jawab atas kejahatan mereka sendiri, begitu juga semua pihak dalam konflik ini, namun kesalahan mereka atas tindakan mereka tidak berarti membebaskan Saudi dan sekutu mereka untuk berbuat seenaknya. Menyalahkan orang-orang yang negaranya kalian serang dengan alasan mereka memaksakan penyerangan yang kalian lakukan adalah konyol bahkan dengan standar interversi hawkish yang rendah.

Perang yang dilancarkan Arab Saudi ini hanyalah tindakan menghancurkan dan menimbulkan kelaparan seluruh negeri, dan ini semua lebih memalukan karena tidak ada pembenaran yang sah bagi Saudi atau pemerintahan koalisi lainnya untuk bergabung dalam perang ini.

Diantara kampanye pemboman tanpa pandang bulu dan blokade yang kejam, perang yang dipimpin Saudi terhadap Yaman telah melanggar hukum internasional setiap hari. Perang ini tidak dapat dibenarkan dengan menggunakan kejujuran, dan oleh karena itu, pejabat pemerintah Saudi dan koalisi lainnya harus mengatakan kebohongan ini kepada khalayak Barat untuk memastikan bahwa dukungan dari pemerintah kita terus berlanjut. (ARN)

About ArrahmahNews (15879 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: