News Ticker

Ada Jejak Amerika di Ghouta Timur

Sabtu, 10 Maret 2018

ARRAHMAHNEWS.COM, SURIAH – Ghouta sedang mendominasi media utama, sejak pemerintah Suriah melancarkan serangan militer, untuk kembali menguasai daerah bagian Damaskus. Tetapi, jika anda mengetahui Ghouta Timur melalui laporan media Barat, anda akan berkesimpulan bahwa ada perang sepihak antara pemerintah Suriah melawan rakyat sipil.

Tapi perang ini bukan sepihak, pemerintah Suriah sedang melawan teroris bersenjata yang menguasai Ghouta Timur dan markas terakhir dari Faylaq Al-Rahman, Jabhat Nusra, Jaysh al-Islam yang berafiliasi dengan Al-Qaeda.

BacaPasukan Harimau Suriah Kembali Sukses Kuasai Kota Penting di Ghouta Timur.

Siapakah teroris bersenjata ini? 

Media Barat biasanya menyanjung mereka sebagai pemberontak moderat, bahkan ‘pejuang kebebasan’, tapi nyatanya adalah Ghouta Timur dikuasai oleh beberapa kelompok teroris dan ekstrimis. Yang terkuat adalah Jaysh al-Islam atau tentara Islam.

Jaysh al-Islam adalah kelompok jihadis salafi yang didukung oleh Arab Saudi. Mereka berusaha untuk menggantikan pemerintah Suriah dengan negara Islam.

Kelompok ini sangat sektarian dan sama menjijikan dengan retorik, taktil dan tujuan  seperti ISIS. Jaysh al-Islam didirikan oleh Zahran Alloush.

Zahran Alloush secara terbuka menyerukan pembantaian etnis dari agama minoritas dari Damaskus, dan kelompoknya diketahui telah melakukan eksekusi publik, mengarak wanita di dalam kerangkeng, dan menjadikan minoritas sebagai perisai manusia.

Baru-baru ini, warga sipil yang melarikan diri dari Ghouta Timur dilaporkan ditembaki oleh teroris, supaya mereka tidak bisa melarikan diri ke daerah aman yang dikuasai pemerintah. Ini fakta yang selalu diabaikan oleh media Barat.

Jadi dari mana media Barat memperoleh informasi mengenai Ghouta Timur? 

Setidaknya ada tiga sumber, Pertama White Helmets, Tim SAR yang didanai oleh pemerintah AS dan Inggris yang mendorong intervensi Barat, yang bekerja sama dengan teroris afiliasi Al Qaeda, khususnya di daerah pemberontak.

Anggotanya telah berpartisipasi dalam kekejaman, terekam dalam video. Fakta lainnya adalah, jangan kaget, hampir selalu diabaikan oleh media Barat atau sumber lain media Barat, yakni Syirian Obervatory of Human Rights (SOHR).

SOHR adalah sebuah organisasi pemantau yang dijalankan satu orang, bekerja dari rumahnya di Inggris. Dan sangat terbuka condong terhadap oposisi.

Sementara itu, media mengabaikan penuh para korban di daerah yang dikuasai oleh pemerintah. Selama bertahun-tahun teroris di Ghouta Timur telah meneror dan membunuh warga sipil yang tinggal di Damaskus, yang tidak pernah anda dengar dari koran Barat.

Dan itu menyadarkan kita pada kebohongan yang paling jahat oleh media Barat. Sikap diam Barat menyebabkan pertempuhan darah di Suriah, agar tetap bebas dari hukuman. Padahal Barat selalu mengintervensi di Suriah sejak hari pertama. Dan dengan itu, memperbanyak pertumpahan darah dan memperkuat Al Qaeda.

Baca‘White Helmet’ Tentara Teroris Bayaran Barat.

Pemerintah Obama sebelumnya, menghabiskan hampir 1 milyar dolar per tahun, untuk melatih dan menyelundupkan untuk ekstrimis, yang mereka tahu berafiliasi dengan Al Qaeda, dengan tujuan untuk menggulingkan pemerintah Suriah.

Dengan kata lain, pemerintah Amerika outsource perang mereka terhadap Suriah kepada tim eksekusi Al Qaeda. Dan orang Amerika tidak mengerti sama sekali karena di media barat terus menerus mempromosikan kebohongan melalui versi Barat yaitu inaction (pura-pura tidak ikut).

Secara keseluruhan, masyarakat Suriah sangat marah dengan cara media Barat meliput konflik mengenai negara mereka. Dan siapa yang bisa menyelahkan mereka?

Untuk memberikan anda perspektif itu, seperti mendanai dan mempersenjatai musuh Amerika yaitu KKK, untuk menyerang dan menguasai kota-kota di Amerika, dan memanggil mereka ‘pemberontak moderat’ dan ‘Pejuang Kebebasan’.

Baca10 Fakta Suriah Yang Tak Terbantahkan.

Sedangkan mereka membunuh kaum minoritas, dan melepaskan roket di Washington atau New York. Dan ada standar ganda yang nyata yang dimainkan.

Setelah ISIS merebut kota-kota besar di Irak, pemerintah Irak dengan bantuan angkatan udara Amerika melancarkan operasi untuk merebut kota Mosul, Fallujah dan Tikrit, yang selalu dirayakan oleh media Barat dan digambarkan sebagai kemenangan pembebasan.

Sementara itu di Suriah, pemerintah dengan bantuan Angkatan Udara Rusia, menggunakan taktik militer yang sama untuk merebut daerah seperti Aleppo dan Ghouta Timur dari kelompok teroris yang tidak berbeda dengan ISIS. Dan selalu didemoninasi melakukan itu.

Perhatikan, saya tahu konflik di Suriah terlihat seperti masalah pelik, dan dalam banyak hal. memang iya. Tetapi sebagaimana terikan dari media, agar Barat melakukan sesuatu semakin kencang.

Sadarlah oleh kenyataan yaitu ada sebuah agenda di balik versi realitas mereka. [ARN]

 

About ArrahmahNews (14693 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

2 Comments on Ada Jejak Amerika di Ghouta Timur

  1. yulihantoro2010 // Mar 10, 2018 at 6:18 pm // Balas

    Masih ada yang percaya dengan White Hemets??? bahkan mereka hanya muncu ketika wilayah yang dikuasai Al nusra diserang… bahkan sangat aneh ketika setiap aksinya selalu di rekam untuk propaganda…
    White Helmets yang memenangkan Oscar, adalah sebuah kekonyolan, termasuk film terbaru yang jelas hanya untuk memprovokasi Russia dengan tema doping masal… hanya menunjukan betapa frustasinya USA dan berusaha mendiskreditkan Russia seburuk mungkin…
    Goutha timur adalah contoh nyata betapa koalisi barat tidak peduli dengan upaya memerangi teroris karena justru pihak yeng memerangi teroris lah yang ditekan dan seperti berusaha menjaga supaya Suriah tidak akan pernah bisa menjadi negara yang benar2 memiliki kuasa penuh atas wilayahnya…

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Tentara Suriah Kepung Kawasan Strategis di Ghouta Timur – ArrahmahNews
  2. Tentara Suriah Bebaskan 26 Anak yang Diculik oleh Teroris di Ghouta Timur – ArrahmahNews

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: