News Ticker

Usaha AS ‘Libyakan Suriah’ Disambut Baik Gerombolan Khilafah di Indonesia

Jawab fakta Suriah Jawab fakta Suriah

Sabtu, 10 Maret 2018,

ARRAHMAHNEWS.COM, JAKARTA – Persoalan Suriah belakangan ini jadi perdebatan panas di Indonesia. Terjadi pro kontra terhadap Bashar Assad dan kaum pemberontak. Mayoritas kaum muda NU mendukung upaya Bashar Assad menumpas gerombolan pemberontak.

Baca: Denny Siregar: Kelompok Khilafah Ingin Suriahkan Indonesia

Setelah Bashar Assad sukses menumpas kaum penyamun ISIS, kini fokusnya adalah menumpas kaum pemberontak. Mengapa mayoritas anak muda NU pro Bashar Assad?

Perlu diketahui, siapapun yang berani menentang kekuatan Amerika dan Israel di Timur Tengah, pasti akan mengalami proses penghancuran. Muammar Gaddafi dan Libya sudah hancur, Saddam Hussein dan Irak telah luluh lantah, Yordania pasca Raja Hussein pun telah tak berdaya. Kekuatan Hassan Nasrullah di Lebanon hanyalah kekuatan sporadis.

Mereka adalah kekuatan-kekuatan Timur Tengah yang selama ini dengan kepala tegak berani menantang kekuatan Israel. Apakah kita berharap ke Turki? Turki, tampaknya lebih nyaman sebagai Eropa daripada disebut bangsa Arab. Mesir? Negeri ini pun sedang sibuk dengan dirinya sendiri.

Lalu bagaimana dengan Arab Saudi? Ah, mengharap Saudi berani melawan kepentingan Israel dan Amerika, seperti pungguk merindukan bulan. Alih-alih melawan, dinasti Saud justru menjadi sahabat paling karib bagi kepentingan Amerika dan Israel di Timur Tengah.

Baca: Sekjen ISNU: Wahabi dan Barat Hancurkan Islam dengan Isu Sektarian dan Palsukan Hadis Aswaja

Bukankah lebih nyaman membombardir saudara muslim di Yaman daripada meluncurkan satu roket ke Tel Afif? Bukankah lebih enak mengembargo Qatar daripada mengembargo Israel? Bukankah lebih asyik duduk manis di pinggir laut merah sambil menikmati panorama senja nan indah, ketimbang mendengar desing mesiu dan roket Israel?

Lalu kepada siapa umat Islam berharap agar kekuatan timur tengah tidak terkonsentrasi pada satu poros Israel-Amerika? Tinggal Iran dan Suriah harapan itu muncul. Usaha penghancuran Iran sudah lama dilakukan. Tapi negeri para “mullah” itu selalu bisa bertahan. Dan kini, melalui spionase konspirasi global yang pro Israel-Amerika, sasaran penghancuran dialihkan ke Suriah. Tapi Suriah hanyalah “sasaran antara” penghancuran. Target utamanya adalah Iran, yang hingga kini terus memodernisasi rudal-rudalnya.

Baca: Ketum ICMI, Jimly Asshiddiqie: Umat Islam Jangan Mau Diadu Domba dengan Isu Sektarian

Pada masa Presiden Hafedz Al-Assad (ayah Bashar Assad), negeri Damaskus ini menjadi pilar penting poros kekuatan timur tengah yang berani menantang kesewenangan Israel. Hafedz Assad, dalam istilah M. Riza Sihbudi, dijuluki sebagai “Sang Singa Gurun”. Pada era George W Bush, meski tidak memasukkan Suriah dalam “poros jahat”, tapi Bush menyebut Suriah sebagai “negeri para bandit”.

Trah darah pemberani dan pejuang itu dilanjutkan oleh sang putra, Bashar Assad. Kendati tidak sekeras sang ayah, karena Bashar Assad lebih akomodatif dengan dinamika politik Barat, tapi itu tidak menghapus stigma dasarnya. Anak singa tetaplah anak singa. Suriah tetap menjalin poros kekuatan dengan Iran, Hammas di Palestina, dan Hizbullah di bawah Hassan Nasrullah di Lebanon.

Baca: Ikhwanul Muslimin Serukan Pemberontakan Terhadap Pemerintah

Ambisi Amerika untuk “me-Libya-kan” Suriah memang tak semudah membalik telapak tangan. Putra Sang Singa Gurun itu melawan. Dan melalui konspirasi jahat, Amerika-Israel berhasil menciptakan situasi neraka di Suriah.

Pada saat ISIS dan Jabhat Nusra menusuk jantung Suriah, kaum pemberontak di bawah sokongan Amerika dan sekutunya justru menjadi duri dalam daging, menggunting dalam lipatan. Andai Bashar Assad tumbang, maka Iran akan tinggal sendirian menghadapi hegemoni Amerika-Israel. Tapi sebuah ironi, di Indonesia, orang-orang yang selalu berkoar-koar anti Israel dan merasa paling membela Palestina, justru melaknat perjuangan Bashar, sembari beridola pada Erdogan.

Siapakah para pelaknat Bashar Assad? Tak lain adalah HTI dan para simpatisannya. Mereka pro pemberontak. Dengan berkiblat pada informasi White Helmets pro Amerika, lalu diyakini sebagai kebenaran tunggal.

Jadi, jangan heran jika penggalangan dana yang dilakukan oleh kelompok tertentu, seperti foto viral BN, bantuan justru dialirkan kepada kaum pemberontak. White Helmets tak ubahnya MCA di Indonesia. Ia adalah budak konspirasi zionis untuk melengserkan Bashar Assad. Mereka juga mengibarkan bendera pecah belah Sunni-Syiah, meniupkan isu lama yang dapat meretakkan persatuan umat.

Usaha persatuan itu telah dirintis seorang Syekh Al-Azhar yang Sunni dengan seorang ulama Syiah, bernama Sayid Syarafuddin al-Musawi.

Para pelaknat Bashar Assad ini, di mulut meneriakkan persatuan umat, tapi dalam perilaku dan tindakannya justru berbicara lain. Memupuk kekuatan yang berani menjadi martir melawan hegemoni Amerika-Israel, itu jauh lebih bermartabat daripada memupuk perbedaan Sunni-Syiah yang dapat memantik konflik baru di dalam tubuh umat. Jika Bashar Assad tumbang, maka koleksi “boneka” Amerika di Timur Tengah akan bertambah lagi satu. Itukah yang anda kehendaki?. (ARN)

Iklan

4 Comments on Usaha AS ‘Libyakan Suriah’ Disambut Baik Gerombolan Khilafah di Indonesia

  1. Hati hati dgn organisasi HTI, jgn mudah dipancing isu sekretarian…

  2. bgaikan kedua tangan anda satunya disuruh memegang bara api, dan yg lain disuruh memgang erat bagian tajam dri sebuah pedang tentu tak ada yg baik. bgitupn dg HTI. tak pernah sdikitpun HTI mngeluarkan pndapta mendukung para Zionis yg mrupakan musuh yg nyata umat islam ataupun mndukung Bashar al ashad yg telah banyak mmbunuh warganya yg mayoritas muslim. lalu dlam susunan artikel anda dg mudahnya memfitnah HTI . sy curiga justru penulis artikel semacam andalah yg harus diwaspadai oleh para pembaca.
    HATI HATI DGN ARTIKEL YG BERTEMA ISLAM NAMUN ISINYA HANYA KEBANYAKAN FITNAH. JANGAN MUDAH DIPANCING MEDIA YG TAK BERTANGGUNG JAWAB

    • “Bashar al ashad yg telah banyak mmbunuh warganya yg mayoritas muslim”

      Justru inilah yang merusak. Sejauh mana riset Anda sampai memfitnah Assad membunuh warganya sendiri. Sudah baca statement PPI Suriah?

      Apa tahu yg namanya Liwa Al Quds, sunni Palestina sebagai tentara relawan terbesar yg mendukung Assad menghancurkan jewhadist Nusra & FSA di Aleppo dahulu dan Ghouta skrg?

  3. ARTIKEL DI ATAS MEMBERI PENCERAHAN !!!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: