News Ticker

Disiksa di Ritz Carlon, Seorang Jendral Saudi Meninggal karena Patah Leher

Selasa, 13 Maret 2018

RIYADH ARRAHMAHNEWS.COM – Sebuah laporan menyebutkan bahwa seorang jenderal Saudi akhirnya meninggal dunia akibat lehernya patah setelah disiksa di hotel di Riyadh, selama tindakan keras anti-korupsi yang dilaksanakan kerajaan dibawah perintah Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Baca: Pernyataan Tahanan Ritz Carlton Bukti Aksi Penangkapan Saudi Bukan Operasi Anti-Korupsi

Ratusan tokoh-tokoh berpengaruh Saudi meliputi para pangeran, konglomerat dan menteri ditangkap pada awal November tahun 2017 di Ritz Carlton Riyadh atas perintah Putra Mahkota Mohammed bin Salman yang dilihat sebagai upaya pangeran muda itu untuk mengkonsolidasikan cengkeramannya pada kekuasaan.

Laporan yang dikutip Daily Mail pada Senin (12/03) itu menyebut bahwa setidaknya 17 tahanan saat itu terpaksa dirawat di rumah sakit setelah mengalami penyiksaan, sementara seorang jenderal Saudi kemudian meninggal dalam tahanan, dimana menurut saksi ia meninggal karena lehernya patah.

Baca: Mohammed Bin Salman Kuasai Media Sebelum Tangkap Para Tokoh Elit Saudi

Sementara itu, The New York Times menyebut bahwa banyak dari 381 tersangka itu yang hingga kini masih berada di bawah pengawasan militer dan beberapa telah dipaksa untuk memakai gelang kaki guna melacak gerakan mereka.

Pemerintah Saudi sendiri telah menolak klaim pelecehan tersebut dan menyebutnya ‘sama sekali tidak benar’.

Pada bulan November, seorang sumber mengatakan kepada DailyMail.com bahwa tahanan digantung secara terbalik dengan kaki mereka berada di atas. Mereka dipukuli oleh tentara bayaran Amerika yang disebut ‘Blackwater’.

Baca: Putra Mahkota Saudi Pimpin Operasi Anti-Korupsi Tapi Miliki Rumah Termahal di Dunia

Masalah mengenai kekejaman Pemerintah Saudi dan banyaknya pelanggaran mereka terhadap HAM, saat ini kembali ramai diperbincangkan jelang kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Pejabat Saudi tidak segera menanggapi permintaan AFP untuk memberikan komentar, namun New York Times mengutip pemerintah yang menolak klaim penganiayaan tersebut sebagai ‘sama sekali tidak benar’.

Pejabat mengatakan bahwa mereka sedang dalam proses memulihkan dana senilai 107 miliar dolar (87 miliar euro) dalam tindakan keras tersebut, dalam bentuk properti, sekuritas dan uang tunai, yang diserahkan oleh para tersangka sebagai imbalan atas kebebasan mereka. (ARN)

About ArrahmahNews (16289 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Pangeran Alwaleed bin Talal Tak Diizinkan Keluar dari Saudi Arabia – ArrahmahNews
  2. HRW Desak Penyelidikan atas Pembunuhan dan Pelecehan di Saudi – ArrahmahNews

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: