News Ticker

HRW Desak Penyelidikan atas Pembunuhan dan Pelecehan di Saudi

Kamis, 15 Maret 2018

ARRAHMAHNEWS.COM, RIYADH – Human Rights Watch mendesak Arab Saudi untuk menyelidiki laporan tentang pelecehan dan kematian selama pembersihan antikorupsi, dimana ratusan bangsawan dan pengusaha ternama ditahan, dan ancaman terhadap investor Barat untuk tidak melakukan serangan terhadap Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman.

Awal pekan ini, New York Times mengemukakan kekhawatiran tentang penganiayaan fisik yang dialami oleh beberapa pangeran Saudi, pengusaha, dan mantan pejabat pemerintah saat ditahan di Hotel Ritz Carlton di ibukota Riyadh.

Sedikitnya satu tahanan tewas dan 17 lainnya, termasuk Pangeran Miteb, putra almarhum Raja Abdullah dan kepala Garda Nasional, dirawat di rumah sakit akibat interogasi brutal oleh agen Saudi, menurut the Times.

BacaDisiksa di Ritz Carlon, Seorang Jendral Saudi Meninggal karena Patah Leher.

Mayor Jenderal Ali al-Qahtani, seorang ajudan Pangeran Turki, juga dilaporkan meninggal dalam tahanan. Saksi mata mengatakan tubuh Qahtani, terutama lehernya patah dan menunjukkan tanda-tanda luka bakar akibat sengatan listrik.

Portal berita Middle East Eye (MEE) mengutip sumber-sumber di dalam pengadilan kerajaan, mengatakan bahwa mantan kepala mata-mata Pangeran Bandar bin Sultan adalah salah satu pengusaha dan bangsawan terkemuka yang ditahan.

“Tuduhan penganiayaan di Ritz Carlton adalah pukulan serius pada Pangeran Mahkota Mohammad bin Salman sebagai reformis modern,” kata Sarah Leah Whitson, direktur Human Rights Watch di Timur Tengah.

Pejabat Saudi mulai melakukan penangkapan massal atas tuduhan korupsi pada tanggal 4 November 2017. Sejak itu, banyak tahanan telah dipaksa untuk memperdagangkan aset finansial dan bisnis untuk kebebasan mereka.

BacaPangeran Alwaleed bin Talal Tak Diizinkan Keluar dari Saudi Arabia.

Raja Salman secara pribadi telah memimpin apa yang disebut komite anti-korupsi yang memberi wewenang untuk melakukan penahanan.

Pada tanggal 30 Januari, hampir tiga bulan setelah pembersihan, jaksa agung Saudi mengatakan bahwa Riyadh telah “menerima” 381 orang dalam penyelidikan dan telah menyita lebih dari 400 miliar aset milik Saudi ($ 106 miliar), termasuk “real estat, entitas komersial , sekuritas, kas dan aset lainnya.” [ARN]

About ArrahmahNews (15834 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

1 Comment on HRW Desak Penyelidikan atas Pembunuhan dan Pelecehan di Saudi

  1. Cinta PANCASILA // Mar 15, 2018 at 8:54 am // Balas

    Arab Saudi itu emang Ras Jahiliyah yg diperangi jaman nabi muhammad saw dulu , suka berbohong memfitnah , berlebihan , membangun gedung tinggi
    , penyiksa wanita , wahabi .. merekalah yg akan menghancurkan islam

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: