News Ticker

Menlu Rusia: Moskow Takkan Toleransi Ultimatum Barat

Jum’at, 16 Maret 2018

MOSKOW, ARRAHMAHNEWS.COM – Kembalinya Rusia ke dunia sebagai partner adil yang menentang dikte dan ultimatum menyebabkan reaksi gugup dari Barat. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan hal ini kepada forum ‘Russia – A Country of Opportunities’ pada hari Kamis (15/03).

“Ada reaksi yang sangat gugup terhadap kembalinya Rusia sebagai partner yang adil yang tidak memaksakan apapun pada orang lain namun tidak mentolerir dikte atau ultimatum. Reaksi mitra barat kami terhadap hal ini sangat menyakitkan,” katanya sebagaimana dikutip TASS.

Baca: Dubes Rusia untuk PBB: Jangan Ultimatum Kami!

“Tidak ada hasilnya,” Lavrov melanjutkan. “Kami tidak mencari konfrontasi dengan siapa pun. Kami ingin bekerja sama dengan semua orang dalam hal keadilan, berdasarkan rasa saling menghormati dan mencari keseimbangan kepentingan dan pendekatan yang dapat diterima bersama.”

Inti dari apa yang terjadi adalah “keengganan kategoris Amerika Serikat dan sekutu baratnya untuk menyetujui bahwa periode 500 tahun dominasi Barat dalam urusan dunia akan segera berakhir.”

Baca: Moskow: Klaim Inggris soal Mantan Mata-mata Rusia hanya Pertunjukan Sirkus

Menurutnya, transisi menuju tatanan dunia multipolar yang baru, demokratis dan adil akan berlangsung lama, namun sekarang transisi ini menyakitkan bagi mereka yang “terbiasa menguasai dunia selama berabad-abad.”

“Mereka terbiasa memerintah,” kata Lavrov.

Tanggapan Rusia terhadap tindakan London atas Moskow akan segera menyusul, Lavrov menekankan.

“Tanggapannya akan datang dengan sangat cepat, saya dapat meyakinkan Anda,” Lavrov menjawab pertanyaan yang bersangkutan.

Diplomat top Rusia itu mengecam tindakan pemerintah Inggris sebagai keterlaluan dan melanggar batas-batas kesopanan setelah keracunan Sergey Skripal, yang telah dihukum di Rusia karena menjadi mata-mata untuk Inggris.

“Kami siap untuk memulihkan kemitraan dengan Uni Eropa ketika tetangga Eropa kami tidak lagi memiliki keinginan untuk mengikuti jejak tren Russophobic di AS, termasuk sanksi dan provokasi, dan ketika mereka tidak lagi tertarik untuk menoleransi tindakan keterlaluan yang kami lihat sebagai bagian dari pihak pemerintah Inggris dan itu jauh melampaui batas dasar kesopanan,” katanya. (ARN)

About ArrahmahNews (16668 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

1 Comment on Menlu Rusia: Moskow Takkan Toleransi Ultimatum Barat

  1. Inggris kristen radikal yg banyak dosa2 nya kepada palestina dan indonesia, jendral nya yg baru menang pd 2 modar sia2 di surabaya lawan tentara indonesia yg hanya berbekal bambu runcing.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: