News Ticker

Analis: Inggris Tak Punya Bukti Rusia Bunuh Agen Mata-matanya

Sabtu, 17 Maret 2018

VIRGINIA, ARRAHMAHNEWS.COM – Inggris tidak memiliki bukti substansial bahwa Rusia berada di balik serangan agen saraf baru-baru ini terhadap bekas mata-mata Rusia di tanah Inggris. Seorang analis politik Amerika di Virginia menyatakan hal ini.

“Tuduhan serupa sebelumnya telah dilakukan terhadap Moskow namun “tidak satu pun tuduhan tersebut pernah dibuktikan atau terbukti,” kata Keith Preston, editor utama AttacktheSystem.com.

Baca: Dubes Rusia untuk PBB: Jangan Ultimatum Kami!

“Kejahatan terorganisir adalah masalah serius di Rusia dan beberapa serangan ini mungkin terkait dengan kelompok kriminal, bukan negara Rusia,” ujar Preston kepada Press TV dalam sebuah wawancara telepon pada hari Jum’at (16/03).

“Kita tidak pernah diberi bukti bahwa pemerintah Rusia berada di balik ini,” tambahnya. “Ini hanya klaim dan tuduhan.”

Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson pada hari Jumat menyatakan bahwa “sangat mungkin” bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin secara pribadi memerintahkan serangan agen saraf terhadap mantan mata-mata Rusia di Inggris selatan.

Baca: Menlu Rusia: Moskow Takkan Toleransi Ultimatum Barat

Sergei Skripal, mantan agen ganda dan kolonel di badan intelijen asing Rusia, dan putrinya telah sakit parah sejak 4 Maret, ketika mereka ditemukan tidak sadarkan diri di sebuah bangku di kota Salisbury, Inggris selatan.

Skripal, 66, dan putrinya Yulia, 33, diduga diserang oleh agen saraf yang dikembangkan oleh militer Soviet. (ARN)

About ArrahmahNews (14641 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

1 Trackback / Pingback

  1. Ikut-ikutan Inggris, Trump Berencana Usir Sejumlah Diplomat Rusia – ArrahmahNews

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: