News Ticker

Pentagon: Ada 20.348 Kasus Penyerangan Seksual di Pos Militer AS di Seluruh Dunia

Sabtu, 17 Maret 2018

ARRAHMAHNEWS.COM, WASHINGTON – Departemen Pertahanan AS mengumumkan bahwa lebih dari 20.300 laporan tentang serangan seksual telah diajukan di instalasi militer Amerika di seluruh dunia selama empat tahun terakhir.

Dalam sebuah laporan terperinci yang mencantumkan dasar-dasar untuk setiap layanan, Kantor Investigasi Seksual dan Pencegahan di militer AS (SAPRO) lebih lanjut menyatakan bahwa instalasi Angkatan Darat, total menerima 8.284 laporan dugaan serangan seksual dari tahun 2013 sampai tahun fiskal 2016, yang diikuti oleh Angkatan Laut, yang melaporkan 4.788 pelanggaran, Angkatan Udara melaporkan 3.876 kasus dan Korps Marinir ada 3.400 kasus, mengutip Military.com yang berbasis di AS.

Laporan Pentagon, yang dirilis pada hari Jumat, juga menunjukkan bahwa fasilitas Angkatan Darat dengan laporan paling banyak atas kekerasan seksual selama tahun fiskal 2016 adalah Fort Hood di negara bagian Selatan Texas dengan 199 kasus yag diajukan.

Stasiun Angkatan Laut Norfolk yang berbasis di Virginia menerima sebagian besar laporan penyerangan seksual di Angkatan Laut selama periode yang sama dengan 270 tuduhan. Laporan paling banyak di Korps Marinir tahun itu, di Camp Lejeune di negara bagian timur pantai North Carolina dengan 169 kasus, dan sebagian besar laporan sepanjang tahun di Angkatan Udara didaftarkan di Akademi Angkatan Udara AS di negara bagian barat Colorado, dengan 44 kasus pelecehan seksual.

Dalam bagian yang berjudul “daerah tempur yang menarik,” kebanyakan tuduhan penyerangan seksual selama tahun 2016 dilaporkan terjadi di Afghanistan, Kuwait, Qatar, Irak dan Bahrain, berkisar antara 15 sampai 25 tahun.

Dalam sebuah pernyataan yang menyertai laporan tersebut, SAPRO selanjutnya mencatat bahwa pihaknya telah merilis data tentang serangan seksual di basis militer di seluruh dunia dalam menanggapi permintaan Freedom of Information untuk statistik.

SAPRO lebih jauh menunjukkan dalam laporan terakhirnya bahwa pada tahun fiskal 2016 diperkirakan sekitar 32 persen korban serangan seksual di instalasi militer AS telah melaporkannya, dari proyeksi 25 persen pada tahun fiskal 2014 dan 2015. Ini berarti bahwa insiden serangan seksual yang terjadi di pos militer Amerika kemungkinan jauh lebih tinggi daripada angka resmi.

Menurut SAPRO, sebanyak 20.348 laporan serangan seksual selama empat tahun terakhir mencakup tuduhan “dilarang” dan “tak terbatas”.

Laporan yang tidak dibatasi adalah satu tuduhan terkait seks yang dilakukan oleh seorang individu terhadap satu atau lebih individu yang dirujuk untuk melakukan penyelidikan ke Organisasi Investigasi Kriminal Militer (MCIO) atau penegakan hukum sipil dengan yurisdiksi.

Laporan yang dibatasi adalah yang dibuat secara rahasia oleh korban yang mungkin mencari “advokasi, layanan dukungan, perawatan medis, dan konseling kesehatan mental” dan tidak dirujuk ke investigasi kriminal, kata SAPRO. [ARN]

About ArrahmahNews (14228 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: