News Ticker

Putri UEA Ternyata Kabur Bersama Mantan Intelijen Prancis

Senin, 19 Maret 2018

DUBAI, ARRAHMAHNEWS.COM – Pria yang dilaporkan juga menghilang bersama dengan putri penguasa Dubai ternyata adalah mantan mata-mata Prancis yang disebut-sebut pernah lolos dari negara tersebut dengan menyamar menggunakan baju selam yang disembunyikan di bawah burka.  .

Sheikah Latifa Mohammed Al Maktoum, yang biasa dipanggil Latifa, dilaporkan hilang dari pantai Goa, di India, bersama dengan seorang pria ber kewarganegaraan Amerika, Jean-Pierre Herve Jaubert, seorang mantan agen intelijen Prancis dan kemudian menjadi seorang penulis.

Baca: Video Terakhir Putri PM UEA Sebelum Hilang Misterius di India

Dalam rekaman yang dikeluarkan oleh pengacaranya yang tinggal di AS, putri berusia 33 tahun tersebut mengatakan bahwa dia kabur dari UEA karena sebagai anak perempuan Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Wakil Presiden dan Perdana Menteri Menteri Uni Emirat Arab, dan penguasa Dubai, ia tidak memiliki kebebasan untuk menjalani hidupnya sendiri.

Dalam video berdurasi 40 menityang dirilis itu, ia mengklaim telah “dipenjarakan, disiksa, dipukuli dan dikurung” sepanjang hidupnya.

Menurut Radha Stirling, pendiri Detained in Dubai, sebuah firma hukum yang membantu orang-orang yang mengalami masalah di UAE atau di luar negeri, sang putri diketahui bersembunyi di kapal pesiar dengan Jaubert dan seorang teman Inggris yang tidak disebutkan namanya.

Baca: Putri Dubai Kabur Setelah Disekap Diam-diam Selama 3 Tahun

Tidak diketahui bagaimana Latifa dan Jaubert saling mengenal.

Latifa pertama kali melakukan kontak dengan Stirling pada tanggal 26 Februari, namun kabarnya tidak pernah terdengar lagi sejak 4 Maret, saat dia membuat panggilan darurat dengan panik melalui layanan pesan WhatsApp.

Jaubert, yang terkenal dengan bukunya ‘Escape from Dubai’, adalah mantan perwira angkatan laut Prancis dan insinyur kelautan, yang beroperasi sebagai agen rahasia DGSE [dinas rahasia Prancis] sampai tahun 1993, ketika dirinya pindah ke Florida di mana ia mendirikan sebuah perusahaan untuk membangun dan mengoperasikan kapal selam rekreasi.

Pada tahun 2004, pengusaha Sultan Ahmed bin Sulayem mengunjungi pabrik Jaubert di Florida dan mengundangnya untuk memindahkan perusahaannya ke UAE.

Jaubert menerima dan bin Sulayem menempatkannya bertanggung jawab atas anak perusahaan baru Dubai World, sebuah perusahaan investasi yang mengelola dan mengawasi proyek-proyek untuk Pemerintah Dubai.

Di sana, Jaubert mendirikan perusahaan manufaktur kapal selam dengan sebuah pabrik, yang setelah dua tahun mulai membuat kapal selam wisata dan kapal supercepat.

Tapi pada suatu saat, perusahaannya mengalami kesulitan.

Ada beberapa laporan berbeda mengenai apa yang terjadi pada Dubai World, tapi polisi Dubai menuduhnya melakukan penggelapan sementara Jaubert mengatakan bahwa sistem negara tersebut korup.

Menurut laporan, Jaubert menyamar dan berhasil kabur dari negara itu pada Mei 2008.

Dalam bukunya, Jaubert mengklaim bahwa dia meluncur ke laut setelah menyelinap keluar dari sebuah hotel saat bangun.

Ia mengatakan bahwa dirinya menggunakan sebuah sampan untuk mencapai tujuannya, sebuah kapal layar, yang diawaki oleh seorang mantan mata-mata Prancis, yang sedang menunggu di luar perairan teritorial UEA.

Latifa mengaku sebagai salah satu dari 30 anak Sheikh Mohammed, yang memiliki enam istri. (ARN)

About ArrahmahNews (14235 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

1 Comment on Putri UEA Ternyata Kabur Bersama Mantan Intelijen Prancis

  1. Cinta PANCASILA // Mar 19, 2018 at 4:33 pm // Balas

    itu arab arab gendeng 6 istri .. benar benar tidak mematuhi hukum modern tentang jumlah istri malah hadits yg di turuti .. akhirnya syahwat yg berorientasi

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: