News Ticker

Saudi Masih Tahan Al-Amoudi, Orang Terkaya Kedua di Kerajaan

Senin, 19 Maret 2018

RIYADH, ARRAHMAHNEWS.COM – New York Times melaporkan bahwa otoritas Saudi masih terus menahan miliarder negara itu, Mohammed al-Amoudi, yang merupakan investor terbesar di Bendungan Renaissance di Ethiopia. Amoudi ditahan pada bulan November, tahun lalu dalam kampanye ‘anti-korupsi’ kerajaan dibawah pimpinan Mohammed bin Salman.

Nasib pria kaya tersebut masih belum diketahui, meskipun pihak berwenang Saudi mengklaim bahwa dia dibebaskan dengan semua tahanan lainnya sekitar dua bulan yang lalu.

Baca: Arab Saudi Tangkap Orang Terkaya Kedua di Kerajaan

Kantor pers Sheikh membalas pertanyaan surat kabar AS itu dengan mengatakan bahwa mereka tidak tahu-menahu mengenai keberadaannya, dan benarkan ia dipindahkan ke hotel lain setelah dari Ritz Carlton.

“Sebelumnya dia berada di Ritz-Carlton, tapi kami telah diberitahu oleh anggota keluarganya bahwa dia dipindahkan, bersama dengan yang lainnya, ke hotel lain”.

Al-Amoudi pernah dinobatkan sebagai orang kulit hitam terkaya oleh Majalah Forbes, dengan kekayaan bernilai lebih dari 9 miliar dolar. Al Amoudi mempekerjakan lebih dari 70.000 pekerja di seluruh dunia.

Baca: Mohammed Bin Salman Kuasai Media Sebelum Tangkap Para Tokoh Elit Saudi

Surat kabar tersebut mengatakan bahwa Al Amoudi pindah ke Arab Saudi saat masih remaja, namun sedikit yang diketahui tentang bagaimana dia menghasilkan kekayaannya yang besar, meskipun diyakini hal ini dikarenakan keberhasilannya memiliki koneksi yang berpengaruh.

Menurut surat kabar tersebut, koneksi miliarder itu yang paling penting adalah Pangeran Sultan bin Abdel Aziz, yang menjabat sebagai menteri pertahanan dan putra mahkota sebelum kematiannya pada tahun 2011. “Sheikh Amoudi menjalankan bisnis yang bergantung pada uang dan posisi pangeran” katanya.

Tiga tahun setelah serangan terhadap World Trade Center, pada tanggal 11 September 2001 Amoudi menghadapi tuduhan terorisme karena pendanaannya untuk amal kemanusiaan yang kontroversial, namun tuntutan hukum tersebut dibatalkan setahun kemudian. (ARN)

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: