News Ticker

VIDEO Serangan Teroris ke Pasar Damaskus Tewaskan 37 Warga Sipil

Rabu, 21 Maret 2018

ARRAHMAHNEWS.COM, SURIAH – Puluhan warga sipil tewas dan terluka di pinggiran kota Damam, Jaramana, setelah para teroris menyerang sebuah pasar lokal di lingkungan Ghouta yang mayoritas dihuni oleh Kristen dan Druze.

Sedikitnya 37 orang tewas dan 35 lainnya terluka setelah teroris yang berada di pinggiran kota Ein Tarma, Damaskus, melakukan serangan rudal ke kota Jaramana di Ghouta Timur, kata Kementerian Pertahanan Rusia.

Rudal yang diluncurkan pada pukul 06:15 waktu setempat pada hari Selasa, mendarat di kawasan pasar Kashkul di pinggiran kota, yang sebagian besar dihuni oleh masyarakat Kristen dan Druze.

Video-video yang menunjukkan akibat dari serangan itu muncul secara online, menunjukkan kumpulan darah dan bangunan yang rusak.

“35 mayat telah dikirim ke rumah sakit menyusul serangan roket ke pasar di distrik Kashkul, Jaramana,” kantor berita SANA melaporkan sebelumnya, mengutip Haysam Al-Husseini, direktur Rumah Sakit Damaskus.

Sekali lagi kelompok pemberontak mengabaikan jeda kemanusiaan yang sehari-hari didirikan, para teroris melanjutkan serangan mortir ke tempat pemukiman dan pusat keramaian di Damaskus dan sekitarnya pada hari Selasa, Pusat Rekonsiliasi Rusia di Suriah melaporkan. Sedikitnya lima orang tewas dan dua lainnya terluka setelah dua “mortir” secara terpisah ditembakkan dari kota Mezzeh di Damaskus.

Menurut laporan media, serangan tersebut dilakukan dari daerah Ghouta Timur yang dikuasai oleh pemberontak.

“Kami pergi untuk melihat ke luar; Kami tidak dapat melihat apa-apa karena debu,” kata seorang wanita setempat kepada kantor berita Ruptly, “Pembantaian yang sesungguhnya, saya bersumpah. Di sini, Anda bahkan tidak akan tahu apa yang terjadi pada orang-orang; kepala terputus.”

Sejak bulan lalu, pasukan pemerintah Suriah telah melakukan Operasi di pinggiran provinsi Damaskus, yang bertujuan untuk membersihkan Ghouta Timur dari teroris dan pemberontak, yang telah memegang daerah kantong di dekat ibukota selama bertahun-tahun. Setelah Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat mengadopsi sebuah resolusi yang mengusulkan sebuah gencatan senjata kemanusiaan selama 30 hari di Suriah, sebuah jeda kemanusiaan setiap hari telah diberlakukan di daerah tersebut.

Pemerintah Suriah dan Pusat Rekonsiliasi Rusia kemudian membentuk koridor kemanusiaan untuk memfasilitasi evakuasi warga sipil dari zona pertempuran. Para militan telah mengganggu upaya-upaya kemanusiaan ini, menembaki koridor dan menyerang warga sipil yang mencoba untuk pergi. Situasi ini, tampaknya, membaik dalam beberapa hari terakhir, dengan puluhan ribu warga sipil berhasil diselamatkan.

“Sejak awal operasi kemanusiaan, 80.414 orang telah dievakuasi dari Ghouta Timur dengan bantuan Pusat Rekonsiliasi Rusia,” kata Kementerian Pertahanan pada hari Selasa. [ARN]

About ArrahmahNews (14228 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: