News Ticker

Menlu Inggris: Mantra “Assad Harus Pergi” Tak Lagi Ampuh

Kamis, 22 Maret 2018

LONDON, ARRAHMAHNEWS.COM – Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson mengatakan pada hari Rabu (21/03) bahwa Presiden Suriah Bashar Assad mungkin mengkhawatirkan hukuman atas kematian warga sipil di negara itu, tapi slogan lama “Assad harus pergi” tidak lagi dapat dipertahankan.

“Ini adalah ketakutan akan dakwaan yang mungkin paling kuat dari yang lain, tetapi mantra lama” Assad harus pergi “tentu bukan salah satu yang bisa bekerja saat ini,” ujar Johnson kepada Komite Urusan Luar Negeri House of Commons Inggris sebagaimana dikutip Sputnik.

Baca: Testimoni Mengejutkan Pimpinan CENTCOM di Senat AS: Assad Menang di Suriah

Komentar ini adalah jawaban atas pertanyaan komite mengenai apakah ada jalan bagi Inggris untuk mempengaruhi pelengseran Assad atau dakwaan atasnya.

Johnson menambahkan bahwa dengan Assad saat ini mengendalikan 75 persen rakyat, dan 50 persen wilayah, hal terbaik adalah “duduk mengelilingi meja di Jenewa dan memulai proses penyelesaian konstitusional baru untuk Suriah,” beralasan hal ini untuk mencegah lebih banyak korban tewas.

Baca: Bashar Assad: Suriah Bergerak Mantap Menuju Kemenangan

Dilengserkannya Assad telah menjadi prioritas bagi sejumlah negara termasuk Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis. Rusia telah mendukung Assad secara militer sejak 2015 atas permintaan Damaskus.

Perang Suriah pecah pada tahun 2011 setelah oposisi bersenjata dan kelompok militan dari dan dengan dukungan asing bangkit melawan pemerintah Assad. Upaya perdamaian di Jenewa dan di Astana saat ini fokus pada penyelesaian politik dan gencatan senjata militer. Perundingan baru-baru ini mengenai Suriah diadakan di Sochi, Rusia, di mana perwakilan masyarakat Suriah berkumpul untuk membahas reformasi konstitusi. (ARN)

About ArrahmahNews (16268 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: