News Ticker

3 Tahun Horor di Yaman

Senin, 26 Maret 2018

SANA’A, ARRAHMAHNEWS.COM – Pernah membayangkan “bencana kemanusiaan terburuk di dunia” terjadi di abad 21, namun harus menghadapi pengabaian dunia internasional? Saat ini hal itu terjadi di Yaman! Ada jutaan orang kelaparan, ribuan orang dibantai dengan kejam dalam kejahatan perang yang mengerikan, sementara yang lain dibiarkan sekarat menghadapi nasib kematian karena dicegah untuk mendapatkan pengobatan.

Malapetaka seperti yang terjadi di Yaman adalah simbol rasa malu terhadap kemanusiaan jika kemanusiaan itu sendiri masih ada. Negara yang miskin ini harus terus menerus mengalami malapetaka sebagai akibat dari agresi sebuah koalisi yang dipimpin Saudi, dengan dukungan Amerika dan Inggris, ditambah blokade udara, laut dan darat yang mencekik. Jika kalian menempatkan diri pada posisi seorang warga sipil Yaman di tengah perang yang mengerikan ini, kalian mungkin akan bertanya-tanya, “Bagaimana dunia bisa begitu tidak perduli!”

Sebelum saya mulai menuturkan apa yang telah terjadi di Yaman dilihat dari aspek kemanusiaan, saya harus menjelaskan secara singkat apa yang memicu perang terhadap bangsa Yaman pada 26 Maret 2015. Suatu hari yang mengubah seluruh kehidupan hampir 30 juta rakyat Yaman.

Baca: Warga Yaman: Mansur Hadi Presiden Hotel Riyadh, Bukan Presiden Yaman

Koalisi yang dipimpin Saudi telah mengobarkan perang ini sejak Ansarullah, yang disebut sebagai Houthi, menggulingkan presiden yang adalah boneka Saudi, Hadi. Hal ini karena Hadi memberi otorisasi pengaruh asing atas Yaman, serta melakukan korupsi.

Seperti yang biasa orang katakan, jika kalian ingin mengenal seseorang, kalian seharusnya mendengar apa yang dikatakannya tentang dirinya sendiri dan membandingkannya dengan kenyataan. Jadi, bagaimana Ansharullah itu menurut Ansharullah itu sendiri? Dan apa tujuan mereka?

Ansharullah mengatakan bahwa mereka menentang campur tangan Arab Saudi dan Amerika, serta menentang korupsi, dan bahwa mereka menghendaki pemerintahan persatuan, yang melibatkan semua partai Yaman, yang bekerja untuk rakyat dan tidak justru melawan mereka. Mereka (Ansharullah) juga memerangi organisasi teroris seperti Daesh dan Al-Qaeda dimana Al-Qaeda (yang tidak diketahui oleh banyak orang) telah bertempur berdampingan dengan tentara bayaran Saudi.

Baca: Partai-Partai Politik Yaman Bersumpah Dukung Pemerintahan Baru

Masyarakat Yaman setempat, yang tinggal di daerah yang dikendalikan oleh Ansharullah, termasuk saya sendiri, telah membuktikan ini berkali-kali. Yaman Utara saat ini jauh lebih aman dengan hampir tiada lagi bom bunuh diri dibandingkan dengan Yaman selatan yang dikuasai KSA / UEA.

Kembali pada situasi kemanusiaan di Yaman, di sini ada berbagai jenis perjuangan yang harus dihadapi oleh orang-orang Yaman, itupun jika mereka cukup beruntung untuk tidak masuk dalam daftar kematian yang telah mencapai angka 14.291 warga sipil yang terbunuh.

Menurut statistik yang disetujui oleh Pusat Legal untuk Hak dan Pengembangan, diantara 14.291 korban yang tewas adalah 2.086 wanita dan 9.448 pria. Di sisi lain, ada jauh lebih banyak korban yang terluka, baik itu karena serangan udara, peluru artileri ataupun bom klaster yang terlarang secara internasional yang dijatuhkan oleh koalisi koalisi pimpinan Saudi di berbagai provinsi.

Jumlah korban luka telah mencapai 22.537, di antaranya 2.284 wanita dan 17.384 pria, yang harus menerima kenyataan baru bahwa mereka tidak lagi mampu menjalani kehidupan normal. Sebagai kesimpulan, perang yang dipimpin Saudi menyebabkan 36.828 warga sipil yang terbunuh dan terluka dalam tiga tahun.

Sekarang kita lanjutkan dengan meninjau kembali kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan-serangan Saudi terhadap infrastruktur Yaman. Laporan menunjukkan bahwa rezim Saudi dengan dukungan intelijen Amerika, telah menargetkan 15 bandara, 14 pelabuhan, 2.425 jalan dan jembatan, 179 stasiun dan pembangkit listrik, 688 tangki air dan jaringannya, 410 stasiun & jaringan komunikasi, 1.761 lembaga pemerintah dan 3297 rumah yang semuanya hancur dan rusak.

Baca: ICRC: Blokade Saudi Jadikan Kota-kota Yaman Tanpa Air

Sebelum melanjutkan, saya harap kalian mau meluangkan waktu sejenak untuk mempertimbangkan setiap angka-angka diatas dan merenungkan bagaimana konsekuensinya pada kehidupan sehari-hari warga Yaman. Misalnya, ada ribuan warga Yaman yang harus dibawa ke luar negeri untuk perawatan darurat tapi tidak dapat melakukannya karena bandara yang hancur ditambah penutupan Bandara Internasional Sana’a.

Bayangkan mengamati orang yang kalian cintai, perlahan-lahan sekarat, di depan mata kalian sendiri, dan jika bukan karena perang yang dipimpin Saudi ini, ia mungkin akan memiliki kesempatan untuk hidup lebih lama. Sayangnya, seseorang ini adalah kakek saya. Saya tidak bisa menolongnya dan hal itu membuat saya lebih membenci rezim Saudi dan sekutu mereka.

Baca: Saudi Targetkan Bandara Sana’a dengan 12 Serangan Udara

Asal kalian ketahui, bahkan unggas tidak aman di Yaman. Kedengarannya gila, tetapi itu adalah kenyataan. Menurut statistik terbaru yang diterbitkan oleh Pusat Legal untuk Hak dan Pengembangan, hampir 269 peternakan ayam dan peternakan sapi telah dibom. Tambahan lagi, di tengah kelaparan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Yaman, koalisi pimpinan Saudi menyerang 307 pabrik, 609 pasar komersial, 6.912 perusahaan bisnis, 722 toko makanan, 596 gudang makanan, 349 pom bensin, 262 tanker bahan bakar dan 3.757 kendaraan transportasi. Peternakan ayam dan peternakan sapi adalah yang kedua yang paling sering dibombardir Saudi, setelah kendaraan transportasi di urutan pertama.

Baca: Pasca Bantai Satu Keluarga, Koalisi Saudi Targetkan Peternakan di Baqim, Yaman

Hampir semua hal dijadikan target bombardir Saudi di Yaman, termasuk fasilitas layanan publik. Sedangkan statistik terbaru melaporkan pemboman juga meliputi 903 masjid, 309 rumah sakit dan pusat kesehatan, 869 institusi dan sekolah, 141 fasilitas universitas, 264 fasilitas pariwisata, 112 fasilitas olahraga, 35 media , 216 situs arkeologi dan akhirnya, dalam pengepungan fatal di Yaman, 2.654 lahan pertanian juga ditargetkan.

Yaman dibiarkan terbengkalai oleh seluruh dunia saat bangsa ini sangat membutuhkannya. Suara kemanusiaan harus bangkit dan berbicara untuk orang-orang Yaman yang sangat tertindas. Untuk mereka yang terbunuh, terluka, kelaparan, yang sakit tanpa bisa berobat, siswa yang tidak bisa bersekolah, anak-anak yatim piatu, para istri yang menjadi janda, dan orang-orang Yaman yang dianggap seolah tidak memiliki hak asasi manusia, dunia harus membangunkan hati nuraninya, dan itu harus dilakukan sekarang!

Diterjemahkan dari tulisan Malak Ali Almakhadi, aktivis, jurnalis, dan warga Sana’a, Yaman. (ARN)

About ArrahmahNews (16652 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Apa Dibalik Keteguhan Luar Biasa Bangsa Yaman? – ArrahmahNews
  2. Aktivis Yaman: Korban Tewas akibat Serangan Saudi adalah 70.000 Bukan 10.000 Jiwa – ArrahmahNews

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: