News Ticker

Mengekor Inggris, Sejumlah Negara Eropa juga Usir Diplomat Rusia

Selasa, 27 Maret 2018

EROPA, ARRAHMAHNEWS.COM – Beberapa negara Eropa meliputi Jerman, Prancis, Lithuania, Latvia, Estonia, Polandia, Republik Ceko, Denmark, Finlandia, Rumania, Belanda, dan Ukraina, telah mengumumkan keputusan mereka untuk mengusir para diplomat Rusia di tengah kasus keracunan mantan mata-mata Rusia Sergei Skripal di Inggris.

Pihak berwenang Polandia telah membuat keputusan untuk mengusir empat diplomat Rusia pada 4 April nanti, Menteri Luar Negeri Jacek Czaputowicz mengatakan hal ini pada konferensi pers pada hari Senin (26/03).

“Polandia telah membuat keputusan untuk menyatakan empat diplomat Rusia sebagai personae non-gratae,” katanya sebagaimana dikutip TASS.

Kementerian Luar Negeri Jerman menyatakan bahwa pemerintah negara itu berencana untuk mengusir empat diplomat Rusia.

“Kami tidak membuat keputusan terburu-buru,” kata Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas di Twitter, mencatat bahwa Moskow tidak memberikan bantuan untuk penyelidikan.

Estonia juga akan mengusir seorang diplomat Rusia, yaitu atase militer Kedutaan Besar Rusia di Tallinn. Menteri Luar Negeri negara itu, Sven Mikser menyatakan hal ini kepada wartawan. Langkah itu datang dari “aktivitas yang tidak pantas untuk seorang diplomat.”

Sementara itu, Republik Ceko telah memerintahkan tiga diplomat Rusia untuk meninggalkan negara itu “dalam solidaritas dengan Kerajaan Inggris,” sebagaimana disampaikan Perdana Menteri Andrej Babis.

Berikutnya, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian mengumumkan bahwa empat diplomat Rusia akan diusir setelah insiden Salisbury.

Kementerian Luar Negeri Italia juga mengumumkan bahwa negaranya akan mengusir dua diplomat Rusia dari Kedutaan Rusia di Roma.

“Ukraina telah memerintahkan 13 diplomat Rusia untuk meninggalkan negara,” kata Presiden Pyotr Poroshenko. Menambah daftar panjang negara Eropa yang mengambil langkah bermusuhan atas Rusia.

Dua orang Rusia akan diusir dari Belanda dan Denmark. Finlandia dan Rumania juga mengikutinya, mengumumkan keputusan untuk mengusir seorang diplomat Rusia dari masing-masing negara.

Reuters melaporkan bahwa pihak berwenang Latvia berencana untuk mengusir seorang diplomat Rusia.

“Lithuania berencana untuk mengusir tiga diplomat Rusia dan menyatakan 44 warga Rusia personae non gratae,” lapor kantor berita negara dengan mengutip Kementerian Luar Negeri negara itu.

Perdana Menteri Kroasia Andrej Plenkovic mengatakan bahwa negaranya juga akan mengusir seorang diplomat Rusia.

Pemerintah Swedia mengatakan satu diplomat Rusia akan diperintahkan untuk meninggalkan negara itu menyusul insiden Salisbury.

Presiden Dewan Eropa Donald Tusk mengumumkan bahwa 14 negara anggota UE telah mengumumkan keputusan untuk mengusir diplomat Rusia setelah KTT pekan lalu. Sebagian besar negara telah memerintahkan para diplomat Rusia itu untuk pergi dalam waktu tujuh hari.

Pada 4 Maret, mantan perwira intelijen dan terpidana Rusia, seorang mata-mata Inggris, Sergei Skripal, dan putrinya Yulia menurut para penyelidik Inggris diduga diracuni dengan agen syaraf. Kemudian, London menyatakan bahwa agen ini dirancang di Rusia dan menyalahkan Moskow berada di belakang insiden berdasarkan asumsi ini.

Pihak Rusia membantah semua tuduhan, mengatakan bahwa baik Uni Soviet, maupun Rusia tidak memiliki program untuk mengembangkan agen ini. London mengusir 23 diplomat Rusia tanpa memberikan bukti dan menyatakan bahwa langkah-langkah anti-Rusia lainnya akan menyusul, setelah itu Moskow mengambil tindakan pembalasan dengan mengeluarkan jumlah yang sama anggota staf kedutaan Inggris dan memerintahkan penutupan konsulat jenderal Inggris di St. Petersburg. dan mengakhiri kegiatan British Council di Rusia. (ARN)

About ArrahmahNews (16668 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: