News Ticker

Sekjen Hizbullah: Saudi Tawarkan Uang pada Suriah dengan Syarat Putus Hubungan dengan Iran

Rabu, 28 Maret 2018

ARRAHMAHNEWS.COM, LEBANON – Sekjen gerakan perlawanan Hizbullah Lebanon mengatakan rezim Saudi telah mengatakan kepada Suriah bahwa mereka siap untuk menghentikan dukungan militan yang menimbulkan kekacauan di negara itu dan memberikan Damaskus ratusan miliar dolar untuk rekonstruksi, jika mereka bersedia memutuskan hubungan dengan Iran.

Sayyed Hassan Nasrallah mengatakan rezim Riyadh telah membuat proposal dua kali dan Presiden Suriah Bashar al-Assad telah menolaknya, surat kabar harian al-Akhbar Lebanon melaporkan pada hari Selasa.

Riyadh terbukti menjadi sponsor utama teroris Takfiri, yang telah beroperasi untuk menggulingkan pemerintah Suriah sejak 2011. Takfirisme sebagian besar dipengaruhi oleh Wahhabisme, ideologi radikal yang mendominasi Arab Saudi dan bebas disebarkan oleh ulama Saudi.

Iran, bersama dengan Rusia dan Hezbollah, telah secara efektif membantu pemerintah Suriah dalam perjuangannya melawan para teroris itu.

Nasrallah lebih lanjut mengatakan target perang di Suriah sebenarnya adalah front perlawanan anti-Israel, karena kemenangan gerakan perlawanan di kawasan itu menjadi ancaman bagi agenda Amerika di Timur Tengah.

Dia menambahkan bahwa Hezbollah berdiri lebih kuat hari ini, yang berarti akan menjadi sasaran serangan lebih banyak di masa depan.

Campur tangan AS dalam pemilihan di Lebanon

Di tempat lain dalam sambutannya, Nasrallah menuduh Arab Saudi dan AS menggunakan pengaruh dan ikut campur dalam pemilihan umum Lebanon, yang dijadwalkan untuk 6 Mei, dalam upaya untuk menargetkan gerakan perlawanan.

Dengan menahan Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri dan memaksanya mengundurkan diri pada November lalu, Saudi bermaksud membubarkan pemerintah Lebanon dan mengadunya dengan Hizbullah, tambahnya.

Hariri mengejutkan Lebanon dan dunia pada November 2017 dengan mengumumkan pengunduran dirinya dalam siaran langsung televisi dari Arab Saudi. Dia menuduh Iran dan Hizbullah menabur perselisihan di dunia Arab, sebuah tuduhan yang ditolak oleh kedua belah pihak.

Sumber-sumber senior yang dekat dengan Hariri dan para pejabat tinggi Lebanon mengatakan Riyadh telah memaksa perdana menteri Lebanon untuk mengundurkan diri dan menempatkannya di bawah tahanan rumah.

Hariri berhasil keluar dari kerajaan di tengah tekanan internasional atas Riyadh. Dia membatalkan pengunduran dirinya setelah kembali ke negeranya.

Nasrallah mengatakan pada waktu itu bahwa pihak berwenang Saudi secara terbuka menyatakan perang terhadap Lebanon dengan menahan sandera Hariri dan memaksanya untuk berhenti. [ARN]

About ArrahmahNews (15879 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Sekjen Hizbullah: Ancaman Trump Tidak Akan Menakuti Siapapun – ArrahmahNews
  2. Sekjen Hizbullah: AS Gagal Capai Apapun dalam Serangan Rudal ke Suriah – ArrahmahNews

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: