News Ticker

Analis: Krisis Barat-Rusia Tingkatkan Kemungkinan Perang Nuklir

Kamis, 29 Maret 2018

NEW YORK, ARRAHMAHNEWS.COM – Peningkatan ketegangan yang sudah berlangsung lama antara Rusia dan Barat atas tuduhan London terhadap Moskow dalam kasus keracunan mantan mata-mata Rusia di Inggris akan meningkatkan kemungkinan konfrontasi nuklir. Seorang penulis dan akademisi Amerika menyatakan hal ini.

Sergei Skripal dan putrinya dikabarkan saat ini tengah dalam kondidi kritis di sebuah rumah sakit di Inggris setelah diracuni dengan menggunakan agen saraf kelas militer di kota Salisbury, Inggris selatan, bulan lalu.

Baca: Dunia akan Masuki Situasi Perang Dingin Jika Bias Anti-Rusia Berlanjut

AS telah memerintahkan pengusiran 60 diplomat Rusia sebagai tanggapan atas keracunan itu. Hingga 17 negara Uni Eropa dan Australia juga telah mengumumkan bahwa mereka akan mengusir puluhan diplomat Rusia.

Ini adalah pengusiran terbesar sejak puncak era Perang Dingin, sebuah istilah yang menggambarkan hubungan tegang antara AS dan Uni Soviet dari 1945 hingga 1989.

Sekarang ada ketakutan akan krisis diplomatik yang serius dan pembekuan hubungan antara Moskow dan Barat yang telah membangkitkan kembali momok Perang Dingin sekali lagi.

Baca: Diplomatnya Diusir, Lavrov: Rusia Takkan Tolerir Tingkah Menjengkelkan Barat

Krisis ini akan mendorong Kremlin untuk membentuk aliansi ekonomi yang lebih kuat dengan negara-negara seperti China dan Iran dan lebih jauh mendiversifikasi ekonominya, kata James Petras, seorang profesor emeritus sosiologi di Binghamton University di Binghamton, New York.

“Ada ancaman nyata perang nuklir militer,” kata Petras kepada Press TV pada hari Rabu (28/03).

” Rusia sadar bahwa mereka harus mendiversifikasi ekonomi mereka dan bergerak menuju negara-negara yang telah menyatakan kesediaan untuk menghindari sanksi AS,” yaitu China dan Iran,” tambahnya. (ARN)

Iklan

1 Trackback / Pingback

  1. Rusia: Barat Menipu Kami – ArrahmahNews

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: