News Ticker

Serangan Fatal Koalisi Saudi di Sa’ada, 8 Tewas termasuk 5 Wanita

Jum’at, 30 Maret 2018

SA’ADA, ARRAHMAHNEWS.COM – Koalisi pimpinan Saudi melakukan serangan di kota Sa’ada, meninggalkan sejumlah besar korban tewas dan terluka, dimana menurut sumber-sumber lokal mengatakan bahwa diantara korban tewas kebanyakannya adalah wanita dan anak-anak.

Jet-jet koalisi pada Rabu malam (29/03) meluncurkan 4 serangan dengan jet-jet mereka terus menerus berputar-putar diatas langit Sa’ada, menjadikan proses evakuasi terganggu.

Baca: Aktivis Yaman: Korban Tewas akibat Serangan Saudi adalah 70.000 Bukan 10.000 Jiwa

Jet-jet tersebut kemudian kembali melakukan beberapa kali serangan udara, sehingga jumlah total serangan di kota Saada selama beberapa jam terakhir naik menjadi 15 serangan, sementara jet-jet temput koalisi Saudi masih melayang-layang diatas kota. .

Serangan yang mengenai sebuah mobil warga telah menyebabkan kematian 8 warga, termasuk 4 wanita, dan melukai 13 orang lainnya sampai sekarang.

Sumber Arrahmahnews.com di Yaman juga melaporkan serangan yang sama, menambahkan bahwa korban wanita berjumlah 5 orang.

Baca: 3 Tahun Perang Yaman dan Terhinanya Riyadh

“Serangan koalisi Saudi terhadap dua mobil dan satu truk di Sa’ada menewaskan 8 orang termasuk diantaranya 5 orang wanita, sedangkan 13 lainnya mengalami luka-luka,” lapor Hussein Al-Bukhaiti,  dini hari Jum’at (30/03).

Koalisi Arab Saudi dan sekutunya telah memaksakan sebuah perang terhadap bangsa Yaman pada 26 Maret 2015, untuk menghancurkan gerakan Houthi Ansharullah dan mengembalikan bonekanya, Abd Rabbuh Mansour Hadi yang telah mengundurkan diri dan lari ke Riyadh kembali berkuasa.

Kampanye pemboman mengerikan dilancarkan koalisi pimpinan Saudi setiap hari sejak 3 tahun lalu dengan menggunakan senjata yang dibeli dari AS dan Inggris. Kampanye ini telah menghancurkan sebagian besar infrastruktur Yaman termasuk fasilitas layanan publik seperti Rumah Sakit, stasiun pompa air, stasiun pembangkit listrik dan Sekolah-sekolah.

Serangan terus menerus koalisi juga telah menimbulkan bencana kemanusiaan terparah sepanjang dekade dengan membludaknya wabah Kolera dan kelaparan di seluruh negeri.

PBB mengatakan, sebanyak 22,2 juta warga Yaman membutuhkan bantuan makanan, termasuk 8,4 juta terancam oleh kelaparan yang parah.

Seorang pejabat tinggi bantuan PBB baru-baru ini memperingatkan terhadap kondisi hidup “bencana” di Yaman, yang menyatakan bahwa ada risiko kelaparan dan kolera yang semakin besar di sana.

“Setelah tiga tahun konflik, kondisi di Yaman menjadi bencana besar,” kata John Ging, direktur operasi bantuan PBB, kepada Dewan Keamanan PBB pada 27 Februari. (ARN)

About ArrahmahNews (14692 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: