News Ticker

Israel Tembak Mati 15 Warga Palestina dalam Demo di Jalur Gaza

Sabtu, 31 Maret 2018

JALUR GAZA, ARRAHMAHNEWS.COM – Para pejabat medis Palestina mengatakan sedikitnya 15 warga telah kehilangan nyawa mereka dan lebih dari seribu orang lainnya menderita luka-luka ketika pasukan militer Israel menembaki ribuan pengunjuk rasa, yang berbondong-bondong menuju dekat pagar perbatasan antara Jalur Gaza dan wilayah pendudukan Palestina.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, Ashraf al-Qidra, mengatakan tiga orang ditembak mati di timur kota Jalur Gaza selatan Khan Yunis, Jabalia, yang terletak 4 kilometer (2,5 mil) utara Kota Gaza serta kota perbatasan Rafah.

Ia mengidentifikasi para korban sebagai Omar Wahid Abu Samour yang berusia 27 tahun, Mohammed Kamal Al-Najjar, 25, dan Mahmoud Muammar 38 tahun

Yang keempat adalah Mohammed Abu Omar, 22, yang ditembak dan dibunuh di timur lingkungan Shuja’iyya di Kota Gaza.

Ahmed Oudeh, 19, Jihad Farina, 33 tahun, dan Mahmoud Sa’di Rahmi, semuanya tewas di timur Kota Gaza.

Seorang pria Palestina berusia 22 tahun, yang diidentifikasi sebagai Ibrahim Abu Sha’ar, juga ditembak mati di timur Rafah.

Abdel Fattah Bahjat Abdelnee, 18, dan Abdul Qader Mardhi al-Hawajri yang berusia 42 tahun juga kehilangan nyawa dalam serangan Israel tak lama kemudian.

Enam lagi demonstran Palestina juga tewas dalam serangan Israel.

Al-Qidra menambahkan bahwa hampir 1.500 pengunjuk rasa juga terluka selama demonstrasi besar-besaran tersebut.

Tanggal 30 Maret adalah hari dimulainya protes “Hari Tanah” untuk memperingati enam warga Arab Israel yang dibunuh oleh pasukan Israel selama demonstrasi pada tahun 1976 atas penyitaan tanah di Israel utara.

Pendirian kemah-kemah warga dan demonstrasi di Gaza diperkirakan akan berlanjut hingga 15 Mei, hari dimana orang-orang Palestina menyebutnya sebagai hari “Nakba” atau “malapetaka”, menandai pemindahan ratusan ribu orang Palestina dalam konflik yang melingkupi pembentukan Israel pada tahun 1948.

Ini akan bertepatan dengan peresmian kedutaan kontroversial yang baru yang direncanakan AS di Yerusalem al-Quds setelah deklarasi Presiden Donald Trump tentang kota suci itu sebagai “ibu kota” Israel.

Warga Palestina sangat gelisah dengan keputusan itu, terutama mereka yang berada di Jalur Gaza dimana para penduduk adalah termasuk para pengungsi atau keturunan mereka.

Rencana demonstrasi besar-besaran ini menimbulkan kekhawatiran di Israel tentang potensi pelanggaran penghalang. Militer Israel kemudian mengerahkan ratusan bala bantuan, termasuk lebih dari 100 pasukan khusus penembak jitu, di sepanjang pagar dalam beberapa hari terakhir.

Panglima Angkatan Bersenjata Israel, Letnan Jenderal Gadi Eisenkot telah memperingatkan akan meningkatnya ketegangan. Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, menyebut protes itu sebagai “rencana provokasi yang terorganisir”. (ARN)

About ArrahmahNews (15863 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. EKSKLUSIF! Israel Akui Pembantaian Demonstran Damai Palestina di Hari Tanah – ArrahmahNews
  2. Zarif: Iran Tak Akan Khianati Palestina – ArrahmahNews

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: