News Ticker

OCHA: 11 Fakta Perang Yaman

Sabtu, 31 Maret 2018

SANA’A, ARRAHMAHNEWS.COM – Memasuki tahun keempat agresi brutal koalisi pimpinan Saudi atas Yaman yang telah menimbulkan bencana kemanusiaan terburuk sepanjang dekade, Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB merilis data berisi 11 Fakta yang terjadi dalam Perang Yaman. Daftar itu antara lain adalah:

1. Situasi kemanusiaan di Yaman masih menjadi yang terburuk di dunia. Sekarang di tahun keempat konflik, lebih dari 22 juta orang, atau tiga perempat dari populasi, membutuhkan bantuan dan perlindungan kemanusiaan, membuat Yaman menjadi tempat krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

2. Sekitar 8,4 juta orang di Yaman tidak tahu di mana mereka akan mendapatkan makanan berikutnya. Tahun lalu, aktivis kemanusiaan meningkatkan secara dramatis bantuan makanan darurat kepada lebih dari 7 juta orang per bulan. Tetapi tahun ini kita perlu melakukan lebih banyak lagi. Memastikan keluarga memiliki makanan yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup adalah prioritas utama bagi para aktivis kemanusiaan ini.

3. Setiap sepuluh menit, seorang anak balita di Yaman meninggal karena sebab-sebab yang seharusnya dapat dicegah. Hampir 3 juta anak di bawah usia 5 tahun dan wanita hamil atau menyusui mengalami kekurangan gizi akut. Ini termasuk 400.000 anak-anak yang sangat kekurangan gizi dan sembilan kali lebih berisiko meninggal dunia, daripada rekan-rekan mereka yang lebih sehat.

4. Warga sipil menanggung beban kekerasan. Warga sipil menghadapi serangan tidak pandang bulu, pemboman, penembak jitu, persenjataan perang yang tidak meledak (bom klaster), tembak-menembak, penculikan, perkosaan dan penahanan sewenang-wenang, serta bahaya lainnya. Pada bulan Februari saja, setidaknya 53 anak tewas dan 92 lainnya mngalami cacat di 12 gubernuran. Setiap saat semua pihak harus menghormati hukum humaniter internasional dan hukum hak asasi manusia internasional.

5. Perempuan dan anak-anak menjadi sasaran pelanggaran perlindungan yang meluas. Anak-anak direkrut paksa oleh pihak-pihak yang terlibat konflik; menikah dini dan dipaksa bekerja, untuk membantu keluarga mereka bertahan hidup. Sekitar seperempat anak usia sekolah tidak sekolah, dan 2.500 sekolah telah rusak atau tidak dapatdigunakan.

6. Sekitar 3 juta orang telah mengungsi. Orang-orang yang terlantar secara internal lebih rentan terhadap eksploitasi dan pelecehan.

7. Mengakhiri konflik adalah satu-satunya cara untuk menyelesaikan krisis kemanusiaan. Semua pihak yang bertikai dan pendukung mereka harus bekerja menuju penyelesaian politik yang dirundingkan.

8. Setengah dari semua fasilitas kesehatan rusak atau tidak dapat berfungsi. Yang masih tersisa menghadapi kekurangan staf dan kekurangan peralatan yang parah.

9. Jutaan orang Yaman tidak memiliki akses ke air minum yang aman dan wabah kolera sewaktu-waktu bisa kembali. Pada tahun lalu, lebih dari 1 juta orang menderita kolera atau diare. Sistem air dan sanitasi saat ini sedang diusahakan untuk mencukupi (kebutuhan). Saat musim hujan mendekat, ada risiko tinggi epidemi kolera kembali mewabah.

10. Respon kemanusiaan menghadapi kekurangan dana hampir 2 miliar dolar. Untuk meringankan penderitaan dalam skala besar, rencana respons kemanusiaan Yaman memerlukan 2,96 miliar dolar untuk membantu 13 juta orang.

11. Menjaga pelabuhan dan saluran akses lainnya tetap terbuka sangat penting untuk mengirim bantuan. Pelayaran, yang diblokade hingga tahun 2017, sekarang terbuka untuk kemanusiaan dan beberapa pengiriman komersial (walau terbatas). Semua pelabuhan harus tetap terbuka baik untuk kargo kemanusiaan dan kargo komersial untuk memastikan pasar lokal memiliki makanan dan barang-barang penting lainnya. Bahkan sebelum krisis, Yaman mengimpor sekitar 90 persen dari makanan pokoknya dan hampir semua bahan bakar dan obat-obatan. (ARN)

About ArrahmahNews (15863 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: