NewsTicker

Atwan: Ancaman Putin Alarm bagi Trump untuk Tidak Bertindak Bodoh

Senin, 5 Maret 2018

ARRAHMAHNEWS.COM, MOSKOW – Dalam pidatonya pada hari Kamis (1/03/2018) di sebuah aula konferensi Moskow yang dihadiri oleh elit politik dan militer Rusia, Presiden Vladimir Putin memperlihatkan senjata balistik bertenaga nuklir yang baru dikembangkan yang katanya bisa mencapai bagian dunia tanpa dapat dicegat.

Lebih penting lagi, menurut pandangan kami, Putin menyatakan – saat dia menampilkan rekaman video animasi dari rudal baru di layar raksasa – bahwa Rusia akan mempertimbangkan penggunaan senjata nuklir terhadap siappun yang menyerang sekutu Rusia dengan nuklir sama dengan menyerang kami, dan kami akan membalas dengan nuklir tanpa menunggu waktu lama.

BacaPutin Tegaskan akan Balas Setiap Serangan Nuklir ke Rusia atau Sekutunya.

Sejak Putin mengambil alih kekuasaan, ini adalah pertama kalinya dia menggunakan kalimat dengan sangat menantang dan tegas, serta mengancam sambil menayangkan senjata antar benua yang canggih.

Ini menunjukkan bahwa dia merasa ada risiko serius dari perang dingin berubah menjadi perang yang panas. Tentu intelijen Rusia memiliki informasi yang menunjukkan bahwa salah satu sekutunya bisa berada di bawah serangan nuklir.

Yang pasti adalah bahwa pesan ini ditujukan ke AS, dan mungkin juga Israel. AS karena sebelumnya telah mengancam akan melakukan perang terhadap Korea Utara sebagai tanggapan atas uji coba rudal jarak jauh yang bisa mengantarkan hulu ledak nuklir jauh ke dalam AS. Israel karena perdana menteri, Netanyahu telah menabuh genderang perang melawan Iran dengan dukungan Amerika.

Laporan intelijen baru-baru ini yang diambil dari Konferensi Keamanan Munich mempresentasikan sebuah pandangan yang mengkhawatirkan karena meningkatnya intensitas konflik AS-Rusia di tiga area utama ketegangan: Korea Utara, Iran, dan Suriah. Dan memperingatkan bahwa kebijakan ceroboh Presiden Donald Trump berisiko mendorong dunia ke jurang perang dunia ketiga.

BacaAtwan: Diplomasi Saudi Mengekor Kebijakan Israel.

Presiden Rusia sangat menentang ancaman AS terhadap Korea Utara, dan yakin pihak kedua berhak untuk mengembangkan kemampuan militernya untuk mencegah dan mempertahankan diri dari serangan Amerika. Pernyataan Putin bahwa Rusia akan membalas serangan nuklir terhadap sekutunya mungkin telah dimaksudkan sebagai peringatan yang tidak meragukan kepada Trump untuk tidak melakukan tindakan bodoh.

Juga tidak dapat dikesampingkan bahwa Suriah bisa menjadi arena konfrontasi AS-Rusia, atau dalih untuk serangan Israel terhadap Iran. Netanyahu telah menyatakan bahwa kehadiran pangkalan militer Iran di wilayah Suriah menjadi ‘sebuah deklarasi perang’, dan tanpa henti menggambarkan Iran dan sekutu paramiliternya sebagai ancaman paling berat yang dihadapi bukan hanya Israel tapi juga ke seluruh dunia, dan telah berulang kali mengancam tindakan militer melawan itu ‘jika diperlukan.’

Putin dan komando militernya khawatir dengan pergerakan Amerika di Suriah, di mana mereka khawatir Washington mungkin mencoba untuk meniru skenario jihad di Afghanistan, terutama setelah Menteri Luar Negeri Rex Tillerson mengumumkan bahwa penempatan militer AS di Suriah – yang saat ini diperkirakan sekitar 2.500 – strong – akan terbuka.

Pekan lalu, Jenderal Aleksandr Venediktov, juru bicara Dewan Keamanan Rusia, mengungkapkan adanya 20 pangkalan militer AS di wilayah yang dikuasai oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF) di timur laut Suriah, termasuk dua pangkalan udara di Tabaqa dekat Raqqa dan Tanaf di dekat Perbatasan Irak dan Jordania, di mana Pasukan Khusus terlibat dalam pelatihan kelompok-kelompok teroris yang direkrut secara lokal.

BacaAbdel Bari Atwan: Pesan dari Konferensi Keamanan Munich.

Rusia juga khawatir akan serangan lebih lanjut oleh kelompok bersenjata di fasilitas angkatan lautnya di Tartous dan pangkalan udara di Hmeimim – terutama sejak serangan drone baru-baru ini yang menyerang Hmeimim dari wilayah yang dikuasai pemberontak di utara. Pemeriksaan beberapa perangkat yang diturunkan menunjukkan bahwa mereka dilengkapi dengan komponen canggih yang hanya dimiliki oleh AS.

Trump menuangkan minyak dalam api ketegangan di seluruh dunia. Dalam beberapa bulan ke depan dia diharapkan akan membatalkan kesepakatan nuklir dengan Iran, sama seperti perjanjian rudal dengan Rusia telah dibatalkan, yang selanjutnya meningkatkan kemungkinan bentrokan dan kebakaran besar. Dan negara pendudukan Israel terlalu bersemangat untuk menyalakan sekeringnya, karena mengetahui bahwa AS akan segera menyelamatkannya.

Rusia telah memulihkan banyak kekuatannya, dan sekali lagi merupakan kekuatan super yang harus diperhitungkan. Negara ini dipimpin oleh seorang presiden yang berhasil mendapatkan kembali tempat yang layak di peta dunia. Pidatonya yang luar biasa kuatnya mencerminkan kepastian diri berdasarkan kemampuan militer yang tangguh dan pemberita kebangkitan posisi Rusia sebagai pemimpin global.

BacaAtwan: Kekuatan Iran Membuat Netanyahu Gila.

Rusia Putin jauh berbeda dari Rusia Gorbachev, dengan kebijakannya yang kalah, atau tentang Yeltsin. Rusia hari ini mengatakan ‘tidak’ besar terhadap keangkuhan AS dan memperhatikan bahwa periode hegemoni global telah berakhir dan tidak akan kembali.

Ketika Rusia dan China menggunakan veto Dewan Keamanan PBB untuk memblokir skema Amerika dan sekutu-sekutunya di Suriah, harus mengerti bahwa dunia telah berubah dan berubah secara radikal. [ARN]

Penulis: Abdel Bari Atwan, Editor Surat Kabar Rai Al-Youm.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: