NewsTicker

Iran: Putra Mahkota Saudi Naif dan Penuh Delusi

Jum’at, 16 Maret 2018

TEHERAN, ARRAHMAHNEWS.COM – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan bahwa Pangeran Mahkota Saudi Mohammad bin Salman adalah “orang yang naif dan penuh delusi,” yang tidak tahu politik selain omong kosong dimana hal itu berasal dari kurangnya pandangan ke depan.

Bahram Qassemi membuat komentar pada hari Kamis (15/03) sebagai reaksi atas ucapan Bin Salman dalam sebuah wawancara dengan saluran berita CBS di mana ia mengatakan bahwa Arab Saudi akan mengambil langkah cepat untuk mengembangkan bom nuklir jika Iran melakukannya.

“Ucapannya tidak pantas mendapat tanggapan, karena dia adalah orang naif yang penuh delusi, yang tidak pernah berbicara kecuali dengan kebohongan dan kepahitan, serta tidak tahu politik kecuali dengan menggunakan kata-kata yang terlalu cepat karena kurangnya pandangan ke depan,” kata Qassemi.

Pejabat tersebut menambahkan, “Republik Islam Iran menunjukkan penghormatan untuk semua negara tetangganya dan berbagai negara dan bangsa tanpa memandang wilayah, kekuatan militer dan ekonomi, dan bahkan peran mereka di dalam dan di luar perbatasan, dan selalu berpikir untuk memiliki kawasan yang kuat, aman dan stabil bukan hanya tentang negara yang kuat. “

Oleh karena itu, tambahnya, Iran mengundang semua negara regional, terutama beberapa penghasut dan musuh yang keras kepala, untuk dialog dan toleransi berdasarkan rasionalitas yang berasal dari budaya dan peradaban kuno dan dengan pandangan untuk memperhatikan kemanfaatan dunia Islam guna mempromosikan perdamaian, stabilitas dan keamanan di kawasan dan dunia.

Mengacu pada ucapan Bin Salman tentang tentara Iran yang tidak termasuk di antara lima tentara teratas di dunia Muslim, juru bicara Iran mengatakan bahwa sebuah negara, yang telah mengepung orang-orang Yaman yang tidak berdaya selama lebih dari tiga tahun dan telah sampai kewalahan sebagai hasil perlawanan orang Yaman lebih baik tidak berbicara tentang ukuran tentara dan ekonominya, terus menghabiskan uang rakyatnya untuk membeli “senjata-senjata indah” dan terus menjadi importir keamanan, serta diam dalam menghadapi negara yang kuat seperti Iran . (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: