News Ticker

Kemenkes Palestina: Militer Israel Lukai Puluhan Demonstran di Hari Tanah

Minggu, 01 April 2018

JALUR GAZA, ARRAHMAHNEWS.COM – Pasukan Israel telah melukai 49 warga Palestina selama demonstrasi anti-pendudukan baru-baru ini di Jalur Gaza, untuk menandai hari Tanah, salah satu hari paling kejam di daerah pesisir yang diblokade itu.

Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa pasukan Israel telah menembaki para pengunjuk rasa di berbagai kota Gaza, di antaranya Jabalia, Rafah, Khan Yunis dan Beit Hanoun.

Baca: Netanyahu Puji Tentara Israel atas Pembunuhan 17 Warga Palestina

“Semua yang terluka dibawa ke rumah sakit Gaza,” kementerian itu menambahkan.

Pada hari Jumat lalu, sekitar 30.000 warga Gaza berbaris disepanjang pagar wilayah pendudukan mengawali demonstrasi yang akan dilangsungkan slama enam minggu, yang dijuluki “The Great March of Return,” menuntut hak untuk kembali ke tanah air mereka.

Demonstrasi ini bertepatan dengan peringatan 42 tahun Hari Tanah, yang memperingati pembunuhan enam orang Palestina oleh pasukan Israel pada tahun 1976.

Baca: Israel Gunakan Fatwa Wahabi untuk Cegah Demo Gaza

Demonstrasi pada hari Jumat itu berubah menjadi kekerasan setelah pasukan Israel menggunakan gas air mata dan melancarkan tembakan untuk memaksa para demonstran yang telah mendekat, mundur beberapa ratus meter dari pagar yang dijaga ketat.

Pembantaian Israel di Palestina pada Jumat lalu mengundang kecaman di seluruh dunia, dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan “penyelidikan independen dan transparan” atas insiden tersebut.

Demikian pula, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini telah mendesak penyelidikan penggunaan amunisi langsung oleh militer Israel selama bentrokan mematikan di Gaza dan menuntut penghormatan terhadap kebebasan berbicara.

“Uni Eropa berduka atas hilangnya nyawa. Hati kami bersama dengan keluarga para korban,” katanya dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu (31/03).

“Penggunaan amunisi harus, khususnya, menjadi bagian dari investigasi independen dan transparan,” kata Mogherini. “Kebebasan berekspresi dan kebebasan berkumpul adalah hak-hak fundamental yang harus dihormati.” (ARN)

About ArrahmahNews (15823 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: